Selasa, 23 Juli 2019

Studi Sebut Minum 25 Cangkir Kopi dalam Sehari Aman untuk Jantung

Untuk membuktikannya, Fung membagi peserta penelitian menjadi tiga kelompok tergantung pada jumlah konsumsi kopi.

Vika Widiastuti
Minum kopi di pagi hari seperti Reino Barack ternyata memberikan 5 manfaat mengejutkan, salah satunya turunkan risiko kematian (Pixabay/cocoparisienne)
Minum kopi di pagi hari seperti Reino Barack ternyata memberikan 5 manfaat mengejutkan, salah satunya turunkan risiko kematian (Pixabay/cocoparisienne)

Himedik.com - Konsumsi kopi disebut bisa memengaruhi kesehatan jantung. Umunya para ahli mengimbau agar seseorang tidak minum kopi secara berlebihan agar tak berisiko untuk kesehatan jantung.

Dilansir Suara.com dari Nypost, studi terkini menyebut bahwa menyeruput 25 cangkir kopi sehari tampaknya aman untuk jantung. Temuan ini tentu saja membantah hasil studi sebelumnya yang menyebut kopi dapat memperkeras pembuluh darah jantung. 

Untuk mengarah pada temuan ini, peneliti Queen Mary University of London menganalisis lebih dari 8.000 orang di Inggris. Peneliti mengklaim bahwa pada mereka yang memiliki kebiasaan konsumsi kopi yang berat tidak menunjukkan efek buruk pada jantung dibandingkan mereka yang bahkan tidak minum secangkir kopi sekalipun.

"Penelitian kami menunjukkan kopi tidak buruk bagi arteri jantung seperti yang disebutkan oleh penelitian sebelumnya," ujar dr Kenneth Fung selaku peneliti utama.

Kopi Indonesia raih penghargaan di Paris (Shutterstock)
Ilustrasi: Minum kopi 25 cangkir sehari disebut studi terkini aman untuk jantung. (Shutterstock)

Untuk membuktikannya, Fung membagi peserta penelitian menjadi tiga kelompok tergantung pada jumlah konsumsi kopi. Fung mengakui bahwa rata-rata dalam kelompok peminum berat kopi mencapai lima cangkir sehari, jauh dari batas maksimal yakni 25 cangkir.

Fung mengatakan, penelitian ini diharapkan dapat meluruskan efek buruk konsumsi kopi yang terlanjur dipercaya masyarakat. 

"Memahami dampak kopi terhadap jantung dan sistem peredaran darah merupakan hal yang kita percaya selama beberapa tahun terakhir. Penelitian ini diharapkan dapat mengubah persprektif masyarakat tentang kopi," tandasnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

 

Terkait

Terkini