Senin, 16 September 2019

Penyebab Orang Tidur Sambil Jalan, Bisa karena Kurang Tidur hingga GERD!

Kurang tidur hingga penyakit GERD bisa sebabkan orang tidur sambil berjalan alias sleepwalking.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi tidur sambil jalan (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi tidur sambil jalan (Pixabay/Engin_Akyurt)

Himedik.com - Beberapa orang mungkin pernah mengalami tidur sambil berjalan atau sleepwalking. Tidur sambil berjalan ini juga dikenal sebagai somnambulism atau noctabulism, yakni fenomena gabungan antara tidur dan bangun yang penyebabnya beberapa macam.

Kondisi ini diklasifikasikan sebagai gangguan tidur parasomnia yang terjadi selama tahap tidur dalam tingkat kesadaran rendah melakukan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kesadaran penuh.

Seperti tidur sambil berjalan ke kamar mandi, memakai pakaian hingga mengendarai motor atau mobil.

Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga tak memungkiri bisa dialami orang dewasa. Tidur sambil berjalan memang tidak menandakan masalah serius, tetapi bisa membahayakan nyawa jika orang sudah sampai tahap mengendarai mobil atau motor.

Melansir dari mayoclinic.com, banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa tidur sambil berjalan alias sleepwalking.

1. Kurang tidur

2. Banyak pikiran atau stres

3. Demam

4. Gangguan jadwal tidur atau gangguan tidur

Tidur sambil jalan (unsplash)
Tidur sambil jalan (unsplash)

 

Terkadang sleepwalking juga bisa dipicu oleh beberapa gangguan tidur seperti:

1. Gangguan pernapasan saat tidur, seseorang dengan gangguan pernapasan abnormal selama tidur seperti apnea obstruktif bisa saja tidur sambil berjalan.

2. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti hipnotik, sedatif atau obat-obatan yang digunakan untuk gangguan kejiwaan.

3. Sindrom kaki gelisah

4. Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

Fenomena tidur sambil berjalan ini juga bisa terjadi karena faktor genetik. Orang yang memiliki riwayat keluarga sleepwalking mungkin saja akan mengalami gangguan tidur seperti ini.

Terkait

Terkini