Minggu, 20 Oktober 2019

Kanker Otak Glioblastoma Sangat Agresif, Peluang Hidup Orang Dewasa Kecil!

Peluang hidup penderita kanker glioblastoma dewasa lebih kecil dibandingkan penderita anak-anak.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi otak - (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi otak - (Pixabay/PublicDomainPictures)

Himedik.com - Glioblastoma salah satu jenis tumor otak agresif yang tingkat kelangsungan hidupnya cukup sulit diprediksi. Sebab tumor yang berifat kanker ini menyerang bagian sumsum tulang belakang dekat otak.

Tumor ini bermula pada astrosit, yakni sel yang berfungsi memberi makan dan mendukung sel saraf (neuron) di otak.

Tetapi, glioblastoma dapat mengandung berbagai jenis sel otak, termasuk sel otak mati. Jenis tumor ini tumbuh sangat cepat di dalam otak meskipun jarang menyebar ke bagian tubuh lain.

Secara umum dilansir dari healthline.com, tingkat kelangsungan hidup penderita glioblastoma sekitar 15 hingga 16 bulan, terutama pada orang yang menjalani pengobatan operasi, kemoterapi dan perawatan radiasi.

Sebenarnya tingkat kelangsungan hidup setiap penderita glioblastoma berbeda. Beberapa orang tidak sanggup bertahan lama, ada pula yang bisa bertahan lebih dari 5 tahun meskipun sangat jarang.

Ilustrasi pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]
Ilustrasi pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]

 

Dalam kondisi ini, penderita glioblastoma anak-anak memiliki peluang hidup lebih lama daripada orang dewasa. Sekitar 25 persen anak-anak dalam kondisi ini dapat bertahan selama 5 tahun atau lebih.

Menurut American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup penderita tumor otak dan sumsum tulang belakang tergantung usia. Bagi penderita yang berusia 65 tahun atau lebih umumnya memiliki peluang hidup lebih kecil.

Jika dijabarkan, penderita glioblastoma usia 20-44 tahun memiliki peluang hidup 5 tahun sekitar 19 persen, penderita usia 45-55 tahun sekitar 8 persen dan penderita usia 55-64 tahun sekitar 5 persen.

Melansir dari medicinet.com, umumnya sebagian besar perawatan kanker otak jarang membuat penderita sembuh total dan bisa bertahan hidup lebih lama.

Meski begitu, pengobatan dan perawatan kanker otak sangat diperlukan guna mencegah penyakit ini lebih agresif  atau mengakibatkan kematian yang lebih cepat.

Pengobatan dapat memperpanjang kelangsungan hidup sehingga penderita dapat meningkatkan kualitas hidupnya selama beberapa waktu.

Karena itu, diskusi antara penderita dan orang-orang yang merawatnya sangat perlu ketika memutuskan pengobatan kanker otak.

Terkait

Terkini