Sabtu, 24 Agustus 2019

Anjing Bisa Deteksi Kanker Paru-paru Hingga Akurasi 97 Persen, Kok Bisa?

Benarkah anjing dapat mencium 'bau' kanker paru-paru?

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Anjing peliharaan. (unsplash)
Anjing peliharaan. (unsplash)

Himedik.com - Tidak hanya membantu petugas kepolisian dalam mencari pelaku atau korban, anjing juga bisa menjadi asisten petugas medis.

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, anjing dapat mengendus kanker paru-paru dengan akurasi hampir sempurnya, yaitu 97%.

Para ilmuwan pertama kali menyarankan pelatihan anjing untuk mengendus kanker kembali pada tahun 1989, dan dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian telah mengeksplorasi kemampuan anjing untuk menemukan kanker melanoma, paru-paru, payudara dan kandung kemih.

Inilah mengapa, Cindy Roberts, wanita asal Alabama mencoba untuk melatih anjing lokal dan membuat mereka menjadi asisten medis.

Ia telah menjadi pelatih anjing profesional sejak 1982, setelah ibunya meninggal karena kanker paru-paru dalam kurun waktu 6 hari didiagnosis oleh dokter. Cindy mengalihkan perhatiannya dengan melatih anjing-anjing yang hidungnya sangat peka.

Janjinya kepada sang ibu adalah membantu orang dengan penderita kanker didiagnosis lebih cepat dengan harapan hidup mereka menjadi lebih baik, melansir Daily Mail.

"Dia (ibunya) berkata, 'aku menikmati 6 hari dalam hidupku ini', tetapi aku mengatakan kepadanya jika aku bisa dalam posisi yang mana dapat membantu seseorang untuk mempunyai lebih dari 6 hari, aku akan melakukannya," ujar Cindy pada ibunya, sebelum meninggal.

Cindy Roberts (Facebook/Cindy Roberts)
Cindy Roberts (Facebook/Cindy Roberts)

Menurut penelitian baru dari Lake Erie College of Osteopathic Medicine-Bradenton Campus, anjing seperti milik Cindy mungkin melakukannya dengan biaya yang sedikit lebih murah dengan akurasi yang sama atau lebih besar, daripada pengujian laboratorium dan mesin.

Tes pencitraan seperti scan CAT, CT scan, X-ray dan PET scan digunakan untuk mencoba mendeteksi penyakit kanker sebelum analisis biopsi di bawah mikroskop untuk membuat diagnosis akhir.

Tetapi tes ini tidak sepenuhnya dapat diandalkan, dan bisa sangat mahal. Dan ia tahu betapa tes ini bisa tidak membantu pasien.

Cindy dan rekan kerjanya telah melatih 12 anjing, sejauh ini, untuk mengenali pembalut dengan urine, plasma atau sampel jaringan kanker pada mereka.

Anjing memiliki hidung yang sangat sensitif, sekitar 10.000 kali lebih baik daripada indra penciuman manusia sendiri. Ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi biomarker molekuler yang jauh lebih halus daripada yang kita bisa.

Dalam studi di Lake Erie College of Osteopathic Medicine, yang diterbitkan Senin, para peneliti melatih tiga anjing ketika mereka mencium kanker paru-paru sel kecil dalam sampel darah. Anjing-anjing mendeteksi kanker dengan sensitivitas 97% dan akurasi 96%, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sangat efektif.

Terkait

Terkini