Sabtu, 07 Desember 2019

Disebut Cepat Turunkan Berat Badan, Apakah Diet Mentimun Efektif?

Bahkan program ini memiliki tagline terkenal, yaitu "tujuh kilogram selama tujuh hari".

Vika Widiastuti
Mentimun/unsplash
Mentimun/unsplash

Himedik.com - Diet mentimun mungkin ada beberapa versi. Diet ini dipercaya bisa menurunkan berat badan dengan cepat, bahkan 7 kg hanya dalam 7 hari. 

Namun, jangan dilakukan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan kekurangan nutrisi dan menghambat pemeliharaan serta pertumbuhan otot.

Dilansir dari medicaldaily, diet mentimun merupakan program penurunan berat badan dalam jangka pendek dengan cara memaksa Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Rencana diet biasanya membutuhkan 7-14 hari secara konsisten. Bahkan program ini memiliki tagline terkenal, yaitu "tujuh kilogram selama tujuh hari", seperti dilaporkan Healthline.

Dalam diet ini, Anda harus mengonsumsi mentimun sebagai bahan utama makanan. Namun, Anda boleh makan makanan kaya protein seperti ayam, telur, ikan, dan kacang-kacangan, asal dalam jumlah yang terbatas. Pada intinya, Anda harus mengganti sebagian besar buah-buahan, sayuran, dan makanan lain dengan mentimun.

Hal ini karena mentimun rendah protein sehingga menurut Medical Library of Medicine, Anda bisa juga mengonsumsi makanan kaya protein, seperti telur, daging tanpa lemak, keju cottage, dan kacang-kacangan.

Ilustrasi mentimun. (Shutterstock)
Ilustrasi mentimun. (Shutterstock)

 

Anda juga diinzinkan mengonsumsi karbohidrat seperti roti panggang, beras merah, kentang.

Namun, sayangnya ada kekurangan dalam penelitian yang mengonfirmasi penurunan berat badan yang dijanjikan oleh diet mentimun. Tetapi kemungkinan besar itu terjadi karena makanan yang Anda konumsi dalam diet sangat rendah kalori.

Jumlah rata-rata kalori dalam 10 ons timun adalah 45. Jika Anda makan 10 mentimun, artinya Anda hanya mengonsumsi 450 kalori, menurut National Nutrient Database for the Standard Reference Legacy Reference.

Pastikan juga Anda melakukan praktik sehat seperti mengontrol porsi dan memperhatikan label nutrisi sebelum dan sesudah diet.

Mentimun kaya akan nutrisi seperti vitamin C dan K, serta kalium, tetapi rendah kalsium, lemak, serat, zat besi, protein esensial, dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk mencapai kesehatan.

Bahkan jika diet memungkinkan Anda mengonsumsi protein dalam porsi kecil, Anda bisa jadi gagal memenuhi kebutuhan sehari-hari karena adanya pembatasan tadi.

Kesimpulannya, diet mentimun tidak boleh dilakukan secara berkelanjutan. Anda hanya dapat mengikutinya selama 7-14 hari untuk mencegah kekurangan nutrisi. Meski memperlambat metabolisme, mengikuti diet ini lebih dari 14 hari bisa menyebabkan rasa lapar yang nyata.

Terkait

Terkini