Minggu, 17 November 2019

Rutin Konsumsi Daging Merah Pengaruhi Kesehatan, Risiko Kematian Mengancam

Penelitian ini menambah bukti bahwa terlalu banyak daging merah dan olahan dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi daging (Pixabay/stevepb)
Ilustrasi daging (Pixabay/stevepb)

Himedik.com - Tidak sedikit penelitian yang menghubungkan risiko kesehatan yang diakibatkan oleh banyaknya konsumsi daging merah

Satu studi terbaru yang berbasis di AS dan China melihat daging merah berkaitan dengan risiko kematian. Mereka menganalisis dari kematian 54.000 wanita berusia 30-55 dan 27.000 pria berusia 40-75 tahun 80-an dan 90-an, dengan tindak lanjut pada tahun 2010.

Hasilnya menunjukkan peningkatan asupan daging merah, khususnya saat diproses, dikaitkan dengan risiko kematian yang tinggi, berdasarkan laporan dalam INSIDER.

Selama penelitian, peserta diminta untuk mengisi kuesioner setiap empat tahun tentang seberapa sering mereka makan makanan tertentu dan seberapa besar ukuran porsinya.

Secara keseluruhan, sebanyak 14.019 orang meninggal disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan, dan penyakit neurodegeneratif.

Ilustrasi makan steak, daging merah. (Shutterstock)
Ilustrasi makan steak, daging merah. (Shutterstock)

Hasilnya, ketika disesuaikan dengan usia dan faktor gaya hidup lainnya menunjukkan, peningkatan asupan daging merah sebesar 3,5 porsi per minggu selama delapan tahun dikaitkan dengan risiko kematian 10% lebih tinggi dalam delapan tahun berikutnya.

Jumlah daging olahan yang sama dikaitkan dengan risiko kematian 13% lebih tinggi, sementara daging yang tidak diolah dikaitkan dengan risiko 9% lebih tinggi. Tetapi mengganti satu porsi daging dengan ikan berarti mengurangi risiko kematian sebesar 17%.

"Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan sumber protein atau makan makanan nabati yang sehat seperti sayuran atau biji-bijian dapat meningkatkan umur panjang," studi menyimpulkan.

Para peneliti menekankan, karena ini adalah penelitian observasional sehingga penyebab pasti kematian tidak dapat ditentukan.

Juga, karena semua peserta berkulit putih dan profesional perawatan kesehatan, hasilnya mungkin tidak mewakili seluruh populasi.

Meskipun ada keterbatasan, penelitian ini menambah bukti bahwa terlalu banyak daging merah dan olahan dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Sebagai contoh, beberapa penelitian telah menunjukkan bagaimana makan meski hanya sedikit daging olahan secara rutin dapat meningkatkan risiko beberapa kanker mematikan.

Sebelumnya, pada April lalu para peneliti dari Universitas Oxford dan Cancer Research UK menemukan, orang yang makan 76 gram daging merah atau olahan per hari memiliki risiko 20% lebih tinggi terkena kanker usus daripada mereka yang rata-rata 21 gram sehari.

Risiko kanker usus juga naik menjadi 20% dengan setiap tambahan 25 gram daging olahan, sekitar satu strip bacon .

Terkait

Terkini