Minggu, 17 November 2019

Sudah Yakin Micin Sebabkan Kebodohan? Simak Dulu Fakta Seputar MSG!

Banyak orang beranggapan micin bisa membuat kebodohan, tetapi faktanya belum ada penelitian yang membuktian hal tersebut.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi MSG. (shutterstock)
Ilustrasi MSG. (shutterstock)

Himedik.com - Sejauh ini banyak orang beranggapan konsumsi micin atau MSG (monosodium glutamate) bisa memberikan efek buruk pada kesehatan. Tak sedikit pula yang mengira micin bisa menurunkan kemampuas otak alias memicu kebodohan.

Sebelumnya perlu diketahui MSG berasal dari asam amino glutamat yang merupakan salah satu asam amino paling melimpah di alam.

Biasanya micin digunakan sebagai penyedap rasa masakan, baik makanan cepat saji maupun masakan rumahan.

Melansir dari Healthline, beberapa orang mengklaim bahwa micin menyebabkan glutamat berlebihan di otak dan stimulasi sel-sel saraf yang berlebihan.

Namun belum ada penelitian yang cukup kuat untuk membuktikan micin memengaruhi kinerja otak manusia.

Ilustrasi enyedap masakan, MSG. (Shutterstock)
Ilustrasi enyedap masakan, MSG. (Shutterstock)

 

Selain itu, tidak ada bukti kuat yang menyatakan micin bersifat eksitotoksin jika dikonsumsi dalam jumlah normal. Bahkan diet glutamat juga tidak memberi pengaruh besar pada otak.

Anda perlu memahami beberapa hal mengenai pengaruh micin pada fungsi kognitif otak. Melansir dari hellosehat.com, di dalam otak ada banyak saraf reseptor yang bertugas menerima rangsangan, yakni hipotalamus.

Di dalam hipotalamus ada banyak reseptor yang responsif terhadap glutamat. Jadi ketika seseorang terlalu banyak makan micin, maka membuat reseptor otaknya terangsang dan semakin aktif.

Jika reseptor otak bekerja berlebihan bisa menyebabkan kematian neuron, yakni sel-sel saraf yang berperan penting menjalankan fungsi kognitif otak.

Kematian neuron inilah yang bisa menurunkan fungsi kognitif otak. Meski begitu, micin bukan satu-satunya penyebab utama kemampuan otak manusia menurun alias bodoh.

Orang hanya merasa ngantuk dan sulit fokus ketika mengonsumsi makanan dengan kandungan micin terlalu banyak. Selain itu mengonsumsi micin terlalu banyak secara jangka panjang juga lebih memberikan efek samping pada risiko kerusakan hati, diabetes dan hipertensi.

Namun bila mengonsumsi micin secukupnya, maka aman bagi tubuh.

Terkait

Terkini