Minggu, 20 Oktober 2019

Jangan Cabut Bulu Hidung Pakai Tangan, Kebiasaan Ini Berbahaya!

Apakah Anda kerap melakukan hal ini?

Vika Widiastuti
Ilustrasi bulu hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi bulu hidung. (Shutterstock)

Himedik.com - Apakah Anda kerap mencabut bulu hidung? Lalu tahukah bagaimana dampak kebiasaan ini pada kesehatan?

Dilansir dari dollarshaveclub.com, saat seorang pria mencapai usia 40 tahun, rambut-rambut vellus di telinga dan hidungnya akan tumbuh lebih gelap, lebih cepat, dan lebih kasar.

Hal ini tentu mengganggu dan secara refleks kita bisa menggaruk atau mencabutnya. Padahal, ini adalah ide yang buruk.

Sebenarnya ada beberapa jenis rambut hidung, yaitu rambut yang berukuran kecil dan yang panjang melampaui lubang hidung. Keduanya sama-sama berfungsi untuk menghindarkan diri dari kuman

Menurut dokter Manhattan Barry Cohen, keduanya memiliki peran sebagai filter dari hal-hal yang kita hirup. Ia mengungkapkan, rambut hidung berfungsi sebagai salah satu pertahanan pertama tubuh terhadap patogan lingkungan yang berbahaya, seperti kuman, jamur, dan spora.

Ilustrasi ekstensi bulu hidung (Shutterstock)
Ilustrasi ekstensi bulu hidung (Shutterstock)

 

Selain itu, Dr. OZ mengatakan, mencabut bulu hidung bisa berakibat fatal. Ruang antara hidung dan mulut dikenal sebagai 'segitiga kematian'. "Anda memiliki daerah itu, segitiga kematian. Anda bisa mengalami infeksi melampaui kulit dan naik ke otak," ujarnya.

Mencabut bulu hidung menggunakan tangan bisa berbahaya, apalagi mengingat kebersihan tangan. Misalnya Anda baru selesai dari toilet atau berjabat tangan banyak orang. Hal ini akan memicu infeksi. Namun, mencabut bulu hidung menggunakan pinset juga merupakan ide yang buruk.

Lalu bagaimana cara mengatasi pertumbuhan bulu hidung yang kerap mengganggu? Alternatifnya adalah memotongnya bulu hidung menggunakan gunting atau menggunakan alat yang lebih canggih.

Terkait

Terkini