cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Kamis, 16 Juli 2020

Tekanan Darah Tinggi Bisa Sebabkan Stroke yang Paling Mematikan

Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan stroke yang sangat mematikan, stroke hemoragik.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi cek tekanan darah. (pixabay/rawpixel)
Ilustrasi cek tekanan darah. (pixabay/rawpixel)

Himedik.com - Kabar duka dari aktor senior Tio Pakusadewo. Lelaki berusia 55 tahun ini dikabarkan terkena stroke setelah mengalami pecahnya pembuluh darah. Oleh karena itu ia dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Otak Nasional Cawang, Jakarta Timur.

Stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang yang parah, menurut Heart.org. Kebanyakan orang yang mengalami stroke pertama juga memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Tekanan darah tinggi merusak arteri di seluruh tubuh, menciptakan kondisi di mana mereka dapat pecah atau menyumbat lebih mudah.

Arteri yang melemah di otak, akibat tekanan darah tinggi, menempatkan Anda pada risiko stroke yang jauh lebih tinggi.

Penyakit stroke sebenarnya terbagi 2, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik. Stroke yang berhubungan dengan pembuluh darah pecah disebut stroke hemoragik

Berdasarkan Very Well Health, tekanan darah yang sangat tinggi, bahkan untuk waktu yang singkat, dapat menyebabkan stroke hemoragik.

Stroke hemoragik juga disebut dengan perdarahan intraserebral, atau ICH. Ini terjadi ketika pembuluh darah pecah dan darah menumpuk di jaringan sekitar pecah.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

Pendarahan ini memberi tekanan pada otak dan menyebabkan kehilangan darah ke daerah sekitarnya, melansir Healthline.

Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko pendarahan hemoragik selain tekanan darah yang sangat tinggi, yaitu penggunaan alkohol berat, usia lanjut, dan penggunaan kokain atau amfetamin.

Tetapi dari semua faktor, tekanan darah tinggi adalah yang paling umum. Terhitung sekitar 80% dari semua kasus.

Stroke ini memang lebih jarang terjadi daripada jenis stroke yang lain, yaitu stroke iskemik. Menurut Stroke.org, ini terjadi hanya sekitar 15%, tetapi bertanggung jawab atas sekitar 40% dari semua kematian akibat stroke.

Berdasarkan Harvard Midal School, stroke hemoragik sangat mengancam jiwa. Banyak dari kematian akibat stroke ini terjadi dalam dua hari pertama.

Dan bagi pasien yang selamat dari pendarahan otak, kemungkinan pemulihan mereka akan berjalan lambat. Sebagian kecil orang dapat memulihkan fungsi lengkap atau hampir lengkap dalam waktu 30 hari setelah stroke.

Terkait

Terkini