Minggu, 20 Oktober 2019

Waspada! Semakin Lama Terpapar Panas, Air Kemasan Tak Aman Dikonsumsi

Panas dapat melarutkan bahan yang pembuat botol ke makanan atau minuman di dalamnya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi air minum (Pixabay/congerdesign)
Ilustrasi air minum (Pixabay/congerdesign)

Himedik.com - Air minum dalam kemasan botol jika terlalu lama didiamkan di bawah sinar matahari atau terpapar panas dinilai kurang aman dikonsumsi.

Menurut direktur Pusat Rekayasa Kesehatan Lingkungan di Institut Biodesign Universitas Arizona, Rolf Halden, semakin lama botol minum terpapar terik matahari, kandungan di dalamnya dapat 'berpindah' ke minuman di dalamnya.

"Semakin panas, semakin banyak bahan-bahan dalam plastik dapat pindah ke makanan atau air minum," kata Halden, melansir National Geographic.

Sebagian besar barang plastik melepaskan sejumlah kecil bahan kimia ke dalam minuman atau makanan yang berada di dalamnya. Dengan meningkatnya suhu dan waktu, ikatan kimia dalam plastik semakin rusak dan bahan kimia lebih mungkin untuk larut.

Menurut FDA, jumlah bahan kimia terlalu kecil untuk menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi para ilmuwan sudah melihat efek jangka panjangnya dan mengatakan semua dosis kecil itu bisa bertambah besar.

Sebagian besar botol air yang kita temukan di rak-rak supermarket terbuat dari plastik yang disebut polietilen tereftalat, atau PET. Ini dikenal sebagai daur ulang nomor satu.

Ilustrasi botol air minum dalam kemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi botol air minum dalam kemasan. (Shutterstock)

Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan di Arizona State University pada 2008 melihat bagaimana panas mempercepat pelepasan antimon dalam botol PET.

Antimony digunakan untuk memproduksi plastik dan dapat menjadi racun dalam dosis tinggi, lapor NIH.

Dalam cuaca ringan, 21 derajat celcius, para peneliti mengukur tingkat aman dari bahan kimia dalam air kemasan. Tetapi semakin panas suhunya, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan air untuk terkontaminasi.

"Sebagai aturan umum, ya, panas membantu memecah ikatan kimia dalam plastik seperti botol plastik, dan bahan kimia itu dapat berpindah ke minuman yang dikandungnya," tulis Julia Taylor, seorang ilmuwan yang meneliti plastik di Universitas Missouri.

Menurut kelompok industri Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Internasional, air botolan harus disimpan dalam kondisi yang sama seperti konsumen menyimpan bahan makanan lainnya.

Terkait

Terkini