Minggu, 20 Oktober 2019

900 Ribu Warga Jakarta Derita ISPA, Orang dengan Kondisi ini Paling Rentan!

ISPA menginfeksi ratusan ribu warga DKI Jakarta dari Januari hingga Mei 2019 ini

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi bersin karena alergi. (Pixabay/Mojpe)
Ilustrasi bersin karena alergi. (Pixabay/Mojpe)

Himedik.com - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta  merilis data terbaru mengenai penyakit dan masalah kesehatan yang dialami masyarakat untuk periode Januari hingga Mei 2019. Dari data tersebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) cukup menonjol.

Sebanyak 905.270 orang terkena penyakit pernapasan ini, berdasarkan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, penyebab dari ISPA ini adalah polusi udara. Terutama asap rokok yang rentan terhadap anak-anak.

ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Di mana bagiannya termasuk hidung, tenggorokan, faring, laring dan bronkus.

Melansir Healthline, flu biasa termasuk dalam ISPA yang paling banyak diderita. Jenis lain dari ISPA seperti sinusitis, faringitis, epiglottitis, dan tracheobronchitis.

Ilustrasi lelaki bersin. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki bersin. (Shutterstock)

ISPA menyebar dari satu orang ke orang lain melalui tetesan aerosol dan kontak tangan ke tangan secara langsung.

Semua orang dapat terkena penyakit pernapasan ini. Terutama ketika orang tersebut sedang dalam kondisi:

- Ketika seseorang sakit, ia bersin atau batuk tanpa menutupi hidung dan mulutnya. Tetesan yang mengandung virus disemprotkan ke udara.

- Ketika orang berada di daerah tertutup atau kondisi ramai. Orang-orang yang berada di rumah sakit, institusi, sekolah, dan pusat penitipan anak mengalami peningkatan risiko karena kontak dekat.

- Saat seseorang menyentuh hidung atau mata mereka. Infeksi terjadi ketika cairan yang terinfeksi bersentuhan dengan hidung atau mata.

- Selama musim gugur dan musim dingin (September hingga Maret), ketika orang lebih cenderung berada di dalam rumah.

- Saat kelembapan rendah. Pemanasan di dalam ruangan mendukung kelangsungan hidup banyak virus yang menyebabkan ISPA.

- Jika orang tersebut memiliki kekebalan lemah.

Terkait

Terkini