Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 13 Juli 2020

Jangan Gunakan Termometer Kaca Mengandung Merkuri, Ini Bahayanya!

Kamu masih menggunakan termometer kaca?

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi termometer. (Pixabay/Opal)
Ilustrasi termometer. (Pixabay/Opal)

Himedik.com - Hingga kini, banyak banyak orang menggunakan termometer yang biasa diletakkan di ketiak untuk mengukur suhu tubuh. Perlu diketahui bahwa sebenarnya termometer ini berbahaya karena mengandung merkuri

Banyak orang menggunakan termometer kaca karena membacanya lebih mudah. Tetapi, risiko penggunaannya tentu lebih besar jika termometer rusak atau jatuh dan pecah.

Jika Anda melihat, ada cairan perak di termometer itu yang disebut cairan merkuri. Penelitian mengungkap cairan merkuri ini bisa berbahaya jika tertelan atau terkena seseorang.

Melansir dari Poison Control, jika cairan merkuri itu terkena kulit atau masuk ke dalam mulut, bisa menyebabkan iritasi ringan atau sensasi terbakar.

Cairan merkuri yang masuk ke dalam mata juga bisa menyebabkan iritasi selama 15-20 menit.

Begitu pula jika menghirup uapnya. Itu bisa menyebabkan batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, nyeri dada, muntah, dan sakit kepala.

Demam, Flu, Termometer. (Shutterstock)
Termometer. (Shutterstock)

Apabila tumpahan merkuri tidak segera dibersihkan, uap ini dalam konsentrasi rendah mungkin tidak akan menyebabkan efek samping secara langsung.

Meski begitu, paparan uap jangka panjang yang berulang bisa menyebabkan masalah seperti gemetar, sulit berjalan, lemah, sakit kepala, radang gusi, kulit merah hingga kehilangan nafsu makan.

Ilustrasi perempuan sedang demam. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan sedang demam. (Shutterstock)

EPA merekomendasikan langkah-langkah pembersihan berikut ini jika termometer air raksa Anda pecah.

  1. Jangan biarkan anak membantu membersihkan
  2. Bersihkan permukaan yang terkena cairan merkuri sampai bersih.
  3. Jika merkuri tumpah di kain yang udah meresap seperti korden, seprai, karpet dan lainnya lebih baik buang benda tersebut
  4. Kenakan sarung tangan lateks ketika membersihkan
  5. Jangan gunakan penyedot debu atau sapu ketika membersihkan merkuri
  6. Gunakan pipet untuk mengambil manik-manik merkuri

Bagaimana? Adakah di antara Anda yang masih menggunakan termometer kaca?

Terkait

Terkini