Kamis, 17 Oktober 2019

Benarkah Tanaman Hijau Dapat Atasi Masalah Polusi Seperti di Jakarta?

Gubernur DKI Jakarta memiliki kebijakan untuk mengatasi polusi dengan tanaman lidah mertua. Benarkah tanaman dapat bersihkan udara?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ilustrasi polusi udara - (Pixabay/Erdenebayar)
Ilustrasi polusi udara - (Pixabay/Erdenebayar)

Himedik.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini membuat kebijakan untuk menangani polusi di Jakarta dengan menggunakan tanaman lidah mertua.

Menurut Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, ini merupakan salah satu upaya Pemprov, meskipun sebenarnya masih ada beberapa cara lain juga.

"Apakah ini (lidah mertua) satu-satunya, tentu tidak. Jadi itu bagian dari usaha kita," tutur Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/7/2019) pekan lalu.

Anies menyebut kebijakan ini diambil dari rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta soal tanaman yang dapat membantu mengatasi polusi.

"Dinas kehutanan mendapatkan rekomendasi beberapa tanaman yang diharapkan dapat ikut mengendalikan pencemaran udara," papar Anies.

Namun, benarkah tanaman dapat secara efektif mengatasi polusi?

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

"Ini adalah fenomena yang sedang tumbuh sekarang," kata Bill C. Wolverton, seorang peneliti NASA asli dan penulis buku Plants: Why You Can't Live Without Them.

Wolverton telah bekerja di Jepang, di mana tanaman sudah digunakan untuk membuat 50 hingga 60 'kebun ekologis' di rumah sakit.

Pada Sebuah penelitian tahun 2009 yang dilakukan melalui tes rumah kaca, tim peneliti Univeritas Negeri Pennsylvania menemukan tanaman dapat mengurangi ozon di dalam ruangan, yang dapat dipancarkan oleh mesin fotokopi dan pinter laser.

Meski begitu, tidak semua peneliti yakin dengan solusi ini.

"Saya tentu tidak akan bergantung pada tanaman untuk membersihkan udara dalam ruangan. Untuk membuatnya bekerja, Anda bakal membutuhkan terlalu banyak tanaman," ujar John Girman, mantan penasihat sains senior di Environmental Protection Agency's Indoor Air Division AS.

Bangunan milik Meattle telah terbukti mengurangi masalah kesehatan, berdasarkan hasil penelitian tahun 2008 oleh Chittaranjan National Cancer Institute dan Central Pollution Control Board.

Tanaman lidah mertua (pexels/Fabian Stroobants)
Tanaman lidah mertua (pexels/Fabian Stroobants)

Meattle, CEO Paharpur Bussiness Center, sudah menghijaukan setiap kamar dan lorong di 800 pabriknya. Fungsi dari penghijauan ini adalah menghilangkan jelaga dan bahan kimia dari udara luar yang sering berwarna arang.

Studi di tahun 2008 tersebut membandingkan 94 orang yang tak merokok yang bekerja di sana dengan orang yang tidak merokok yang bekerja di tempat lain di Delhi, melansir National Geographic International.

Ditemukan bahwa mantan pekerja mempunyai lebih sedikit kasus iritasi mata, sakit kepala, hipertensi, dan masalah pernapasan.

"Mengingat tingkat polusi udara yang ekstrem di lingkungan luar New Delhi, ini adalah sebuah pencapaian," ungkap hasil penelitian tahun 2010 yang ditulis bersama oleh Joshua Apte, profesor teknik di University of Texas-Austin.

"Kami punya pabrik pengolahan udara," kata Meattle tentang kombinasi inovatifnya antara scrubber, filter, dan tanaman hijau.

Hasilnya, ia menambahkan, hari sakit karyawan menjadi lebih sedikit, produktivitas lebih besar, dan udara sebersih di Davos, Swiss.

Terkait

Terkini