Senin, 16 September 2019

Studi Ungkap Buah Apel Mengandung Sekitar 100 Juta Bakteri

Apakah mikroba ini baik atau buruk tergantung pada bagaimana cara apel ini ditanam.

Vika Widiastuti
Ilustrasi buah apel. (Pixabay/pixel2013)
Ilustrasi buah apel. (Pixabay/pixel2013)

Himedik.com - Apel dikenal sebagai buah yang sehat dan kaya manfaat. Kandungan dalam apel, seperti flavonoid, serat makanan, dan antioksidan bermanfaat untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko kanker, diabetes, dan hipertensi.

Namun, menurut penelitian baru, apel ternyata mengandung mikroba. Apakah mikroba ini baik atau buruk tergantung pada bagaimana cara apel ini ditanam.

Dilansir dari thehealthsite, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology, sebagian besar mikroba yang berada di dalam apel tergantung pada bagian mana, misalnya batang, kulit, buah, biji, atau kelopaknya.

Bagian-bagian tersebut mengandung jenis bakteri yang berbeda. Menurut para peneliti, apel yang ditanam secara organik memiliki bakteri yang lebih beragam dan seimbang yang membuatnya lebih sehat dan enak untuk dikonsumsi dibanding apel konvensional.

Jenis-jenis bakteri yang ada dalam apel organik adalah methylobacterium, zymomonas, spirosoma, dan hymenobacter. Lalu, jenis-jenis bakteri yang terkandung dalam apel konvensional adalah acinetobacter, erwinia, pantoea, dan burkholderia.

Perbedaan bakteri yang terdapat dalam apel yang ditanam secara konvensional dengan organik selanjutnya dihitung lebih lanjut pada tingkat taksonomi yang lebih tinggi.

Manfaat makan apel setiap hari. (unsplash)
Manfaat makan apel setiap hari. (unsplash)

 

"Bakteri, jamur, dan virus dalam makanan kita secara sementara menjajah usus kita. Dengan mamasaknya, maka sebagian besar bakteri ini akan terbunuh.Jadi buah dan sayuran mentah adalah sumber mikroba usus yang penting," kata Profesor Gabriele Berg dari Graz University of Technology di Austria.

Dia juga memperkirakan sekitar 240 gram apel mengandung sekitar 100 juta bakteri.

"Hasilnya juga menunjukkan temuan kelompok jamur pada apel," kata Birgit Wasserman, penulis utama dalam studi ini.

"Hasil kami sangat setuju dengan studi baru-baru ini pada kelompok jamur yang berhubungan dengan buah apel, yang mengungkapkan kekhususan varietas jamur pada jaringan yang berbeda dan praktik manajemen," imbuhnya.

 

Terkait

Terkini