Minggu, 20 Oktober 2019

Batuk di Malam Hari hingga Sakit Rahang, 5 Gejala Awal Masalah Jantung

Kenali 5 gejala awal masalah jantung yang sering diabaikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Batuk. (shutterstock)
Batuk. (shutterstock)

Himedik.com - Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Sayangnya, banyak orang sering terlambat menyadari bahwa mereka memiliki masalah jantung. Banyak penyakit jantung terabaikan lama sehingga akhirnya berkibat fatal.

Di sisi lain, banyak orang mungkin ragu memeriksakan kondisi jantungnya karena faktor biaya dan lainnya. Akibatnya, banyak orang baru mengetahuinya ketika penyakit jantung sudah cukup parah.

Padahal Anda bisa menyadarinya lebih awal jika tidak mengabaikan tanda-tanda fisik ringan yang merupakan gejala masalah jantung. Melansir Mirror, berikut ini gejala awal fisik yang biasanya terjadi.

1. Sakit di bagian rahang dan leher

Tak semua masalah jantung pasti ditandai dengan serangan jantung ringan. Sakit di bagian rahang atau leher, kelelahan, dan mual, bisa jadi tanda penyakit jantung.

2. Bicara tidak jelas

Kalau Anda sering berbicara tidak jelas, bisa jadi tanda stroke. Umumnya gejala awal stroke ini disertai terkulai di satu sisi wajah, mati rasa dan sakit kepala mendadak.

Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

3. Kuku pucat

Penampilan kuku yang pucat juga terkait dengan anemia, gagal jantung kongestif atau penyakit hati. Sedangkan kuku yang kebiruan dapat berarti Anda tidak cukup oksigen, ada masalah paru-paru atau jantung.

4. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan seperti rasa sakit di area pusar selama beberapa jam mungkin saja jadi tanda apendistis, masalah kandung empedu, penyumbatan usus atau sakit maag.

Kesehatan jantung. (Shutterstock)
Kesehatan jantung. (Shutterstock)

5. Batuk malam hari

Jika Anda bukan penderita asma atau refluks asam tapi sering batuk di malam hari, bisa jadi itu tanda awal gagal jantung kongestif. Hal ini dapat terjadi karena cairan menumpuk di dada dan jantung saat Anda berbaring dalam waktu yang lama.

Terkait

Terkini