Senin, 16 September 2019

Aris Predator Anak di Mojokerto Segera Dihukum Kebiri, Apa Efek Sampingnya?

Ini efek samping hukuman kebiri kimia pada pelaku kejahatan seksual pada anak di bawah umur di Mojokerto.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi pria pelaku kejahatan seksual dan dikebiri - (Shutterstock)
Ilustrasi pria pelaku kejahatan seksual dan dikebiri - (Shutterstock)

Himedik.com - Setelah divonis hukuman bersalah oleh Pengadilan Negeri Mojokerto, Muhammad Aris (21) akan menjalani hukuman kebiri karena kasus pemerkosaan 9 anak di bawah umur. Ia juga dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun.

Sebelumnya, Aris sempat mengajukan upaya banding tapi ditolak. Kasusnya dinilai sudah mempunyai kekuatan hukum dan dia bakal segera dikebiri.

"Putusan bandingnya sudah terbit, menguatkan vonis kami. Kasusnya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sejak tanggal 8 Agustus. Saya sudah perintahkan segera dieksekusi. Kami sedang mencari dokter kebirinya," ucap Kepala Kejari Mojokerto, Rudy Hartono.

Predator seks anak-anak ini bakal menjalani hukuman kebiri dengan cara diberikan suntikan kimia. Hal itu bakal membuatnya tak mampu lagi ereksi seumur hidup.

Ilustrasi organ intim pria (shutterstock)
Ilustrasi organ intim pria (shutterstock)

Melansir dari The Sun, pengebirian kimia merupakan pengebirian melalui obat-obatan antiandrogen, baik untuk mengurangi libido dan aktivitas seksual maupun mengobati kanker prostat.

Berbeda dengan pengebirian bedah, proses kebiri menggunakan suntikan kimia tak menghilangkan organ vital dan bukan juga bentuk sterilisasi.

Leuprorelin, salah satu obat pengebirian kimia ini, digunakan untuk mengobati kesulitan dalam mengendalikan gairah seksual, fantasi atau desakan, seksual yang mengganggu, sadisme, serta kecenderungan "berbahaya" lainnya.

Obat lain yang digunakan dalam pengebirian kimia di antaranya medroksiprogesteron asetat, siproteron asetat, serta LHRH yang mengurangi testosteron dan estradiol.

Adapun beberapa efek samping dari pengebirian kimia sangat beragam, mulai dari munculnya kondisi di mana laki-laki bisa mengalami ginekomastia alias pertumbuhan kelenjar susu hingga mengancam jiwa.

Ilustrasi kebiri kimiawi. [Shutterstock]
Ilustrasi kebiri kimiawi. [Shutterstock]

Baik pria maupun wanita yang mengalami pengebirian kimia dapat mengalami pengurangan otot dan peningkatan massa lemak tubuh serta melemahnya tulang.

Bahkan dalam jangka panjang, pengebirian kimia ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan osteoporosis.

Melansir dari hellosehat.com, pengebirian kimia juga diketahui mempercepat metabolisme testosteron alami, yakni mengubah efek hormon dalam tubuh dan memengaruhi pelepasan kelenjar pituari dari hormon prekusor untuk produksi testosteron.

Walau demikian, efek pengebirian kimia ini juga masih dapat hilang dari seiring berjalannya waktu setelah pengobatan dihentikan.

Terkait

Terkini