Minggu, 20 Oktober 2019

Diet Puasa Adalah Resep Ideal untuk Kesehatan Jangka Panjang, Caranya?

Diet puasa, di mana hanya makan dua kali dalam waktu tertentu diklaim menjadi kunci kesehatan jangka panjang.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi diet. (Pixabay/TeroVesalainen)
Ilustrasi diet. (Pixabay/TeroVesalainen)

Himedik.com - Diet puasa atau intermittent fasting adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu, namun Anda masih dapat mengonsumsi minuman.

Menurut penelitian baru yang dilakukan oleh peneliti kanker, Dr. Miriam Merad, menunjukkan diet puasa atau intermitten fasting memiliki manfaat positif.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Cell pada Kamis (22/8/2019) dengan memeriksa darah 12 orang dewasa yang sehat dan berpuasa selama 19 jam.

Hasilnya, Merad dan rekannya menemukan istirahat dari makan teratur membantu sel-sel monosit yang melawan radang tetap diam.

Sel-sel ini berfungsi untuk menyembuhkan luka dan mencegah infeksi, juga menumpuk di jaringan lemak dan berkontribusi pada penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Ilustrasi puasa atau tidak makan. (Shutterstock)
Ilustrasi puasa atau tidak makan. (Shutterstock)

Dengan kata lain, Merad berpikir bahwa melewatkan beberapa waktu makan dapat membantu orang hidup lebih lama, hidup lebih sehat.

Beberapa mitra penelitiannya juga sedang mencoba strategi melewatkan makan.

"Banyak orang di lab saya mulai melakukan puasa intermiten ini," katanya, melansir INSIDER.

Tidak hanya rekan lab-nya, selebriti seperti Terry Crews, Hugh Jackman , Kourtney Kardashian dan Jack Dorsey juga telah mempraktikan puasa intermiten ini.

"Makan pertama saya adalah pukul 2 siang. Lalu aku makan dari 2 sampai 10," kata Crews sebelumnya kepada Business Insider.

Berdasarkan penelitian laboraturium, meskipun sedikit, menunjukkan orang yang berpuasa atau membatasi kalori kemungkinan memiliki lebih sedikit masalah jantung, kadar kolesterol yang lebih baik, risiko stroke yang lebih rendah dan lebih sedikit mengidap diabetes.

Dalam hal ini, Merad telah membatasi jam makannya untuk makan siang dan makan malam.

"Memang, kamu merasa lebih baik jika kamu punya waktu untuk mencernanya," kata Merad.

Terkait

Terkini