Kamis, 17 Oktober 2019

Konsumsi Buah dan Sayuran Mentah Lebih Baik untuk Kesehatan Mental?

Para peneliti jelaskan alasan buah dan sayuran mentah lebih baik untuk kesehatan mental.

Vika Widiastuti
buah dan sayur (shutterstock)
buah dan sayur (shutterstock)

Himedik.com - Konsumsi buah dan sayuran mentah dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik dibanding buah dan sayur yang telah diolah. Hal ini menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology.

Dijelaskan oleh Dosen Senior Psikologi dan penulis utama dalam studi ini Dr Tamlin Corner bahwa kampanye kesehatan masyarakat secara historis berfokus pada aspek kuantitas untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

"Penelitian kami telah menyoroti bahwa konsumsi buah dan sayuran dalam keadaan 'tidak dimodifikasi' lebih kuat terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan dengan buah dan sayuran yang dimasak, dikalengkan, atau diproses," terangnya dilansir dari thehealthsite.

Menurutnya, hal ini dikarenakan proses pengolahan buah dan sayuran memiliki potensi mengurangi tingkat nutrisi.

Dalam penelitian ini, para ilmuan melibatkan 400 orang dewasa muda dari Selandia Baru dan Amerika Serikat yang Berusia 18 hingga 25 tahun. Kelompok usia ini dipilih karena dewasa muda biasanya memiliki kebiasaan konsumsi buah dan sayur terendah dibanding kelompok umur lainnya dan berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental.

Aneka buah dan sayuran. [shutterstock]
Aneka buah dan sayuran. [shutterstock]

 

Selain faktor konsumsi buah dan sayuran mentah atau yang sudah diolah, faktor gaya hidup seperti olahraga, tidur, diet, kondisi kesehatan kronis, status sosial ekonomi, etnis, dan gender juga berpengaruh.

"Mengontrol kovariat, konsumsi buah dan sayuran mentah memprediksikan tingkat yang lebih rendah terkait gejala penyakit mental, seperti depresi dan peningkatan kesejahteraan psikologis, termasuk suasana hati yang positif dan kepuasan hidup. Manfaat kesehatan mental ini berkurang secara signifikan pada buah dan sayuran yang dimasak, dikalengkan, dan diolah," terang Dr. Conner.

"Penelitian ini semakin vital karena pendekatan gaya hidup seperti perubahan pola makan yang dapat meningkatkan akses, keamanan, dan tambahan pendekatan untuk kesehatan mental," pungkasnya.

Terkait

Terkini