Kamis, 17 Oktober 2019

Lakoni Diet Buah, Pasutri Ini Mengaku Rasakan Perubahannya dalam 2 Minggu!

Keduanya adalah konsultan kesehatan yang menjalani diet berbasis buah vegan mentah.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Ilustrasi buah-buahan. (Pixabay/silviarita)
Ilustrasi buah-buahan. (Pixabay/silviarita)

Himedik.com - Sepasang suami istri mengklaim telah sembuh dari berbagai penyakit setelah hidup hanya dengan mengonsumsi buah selama beberapa waktu. Pasangan tersebut adalah Ali Reza (28) dan Daniella Siira (22).

Keduanya adalah konsultan kesehatan yang menjalani diet berbasis buah vegan mentah. Sebelumnya, Ali sempat menderita sembelit, masuk angin, kembung, lemak, jerawat, lingkaran hitam, dehidrasi dan kelelahan.

Sementara Daniella sempat mengalami gangguan makan, kegelisahan dan masalah pencernaan sebelum menjalani diet buah-buahan.

Karena sejumlah penyakit itu, mereka memutuskan untuk menjalani kehidupan dengan diet buah-buahan. Mereka mengaku telah merasakan manfaat diet buah-buahan ini setelah 2 minggu.

Mereka menemukan bahwa kualitas buah jauh lebih tinggi. Mereka sangat menikmati buah-buahan eksotis seperti durian. Tak jarang, mereka juga mengonsumsi pisang dan kurma.

"Diet buah-buahan ini adalah diet tinggi karbohidrat di mana Anda mengonsumsi buah utuh segar yang didominasi mentah dengan beberapa sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian," kata Ali dikutip dari Metro.co.uk.

Ilustrasi buah-buahan (shutterstock)

 

Setelah 4 tahun menjalani diet buah-buahan, Ali pun sudah membuktikan bahwa diet buah-buahan justu lebih terasa manfaatnya daripada diet vegan.

Selain itu, Ali juga merasa tubuhnya menjadi lebih sehat meskipun kehilangan otot kekarnya setelah menjalani diet buah-buahan ini.

"Sebelumnya, saya binaraga penuh waktu. Setiap hari, saya mengonsumsi makanan olahan seperti daging, susu dan telur. Saya mengalami sembelit, gas, kembung, dehidrasi, masalah kulit sampai bau badan," katanya.

Namun, diet buah-buahan ini membuat kesehatan dan penampilan tubuhnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia sudah tidak mengalami sejumlah masalah penyakit itu dan tubuhnya lebih sehat.

"Kami hanya bergantung pada pisang dan kurma sebagai sumber kalori harian kita. Pasta, kentang, nasi dan jagung juga tetap menjadi makanan pokok," ujarnya.

Terkait

Terkini