Minggu, 20 Oktober 2019

Jika Tidak Diredakan, Stres Dapat Menyebabkan Penyakit Lambung Parah

Otak dan lambung saling berhubungan, tapi bagaimana stres dapat menyebabkan penyakit lambung?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ilustrasi sakit perut. (pixabay)
Ilustrasi sakit perut. (pixabay)

Himedik.com - Mengapa saat tertekan atau cemas, perut juga akan ikut bereaksi? Ternyata ini karena otak dan lambung saling sinkron.

Hubungan langsung ini menyebabkan sistem pencernaan menjadi peka terhadap emosi serta reaksi seperti stres.

"Stres bisa memengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan," jelas Kenneth Koch, MD, profesor kedokteran di gastroenterologi dan direktur medis dari Digestive Health Center di Wake Forest University Baptist Medical Center di Winston-Salem, North Carolina.

Usus dikendalikan sebagian oleh sistem saraf pusat di otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu, otak mempunyai jaringan neuron sendiri di lapisan sistem pencernaan, yang dikenal sebagai sistem saraf enterik atau intrinsik.

Saat dihadapkan dengan situasi yang berpotensi mengancam, sistem saraf simpatik merespons dengan memicu respon 'melawan atau lari'.

Melansir Very Well Health, respon itu melepaskan hormon stres kortisol untuk membuat peringatan tubuh dan siap untuk menghadapi ancaman tersebut.

Ragam penyakit lambung yang bisa bikin muntah darah. (Shutterstock)
Ilsutrasi sakit lambung karena stres (Shutterstock)

Stres menyebabkan perubahan fisiologis, seperti kesadaran yang meningkat, pernapasan dan detak jantung lebih cepat, tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol darah, serta peningkatan ketegangan otot.

Saat stres mengaktifkan respon 'melawan atau lari' di sistem saraf pusat Anda, ini bisa memengaruhi sistem pencernaan, seperti:

- Menyebabkan kerongkongan menjadi kejang
- Meningkatkan asam di perut sehingga menyebabkan gangguan pencernaan
- Membuat Anda merasa mual
- Menyebabkan diare atau sembelit

Ilustrasi stres - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi stres - (Pixabay/geralt)

Dalam kasus yang lebih serius, stres bisa menyebabkan penurunan aliran darah dan oksigen ke lambung. Hal itu kemudian dapat menyebabkan kram, peradangan, atau ketidakseimbangan bakteri usus.

Bahkan, stres mampu memperburuk gangguan pencernaan, termasuk Irritable bowel syndrome (IBS), penyakit radang usus, tukak lambung, dan GERD.

Terkait

Terkini