Minggu, 20 Oktober 2019

Hari Jantung Sedunia, Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan Pasien Saat Pemulihan!

World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tanggal 29 September.

Vika Widiastuti
Ilustrasi anatomi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi anatomi jantung manusia (Shutterstock).

Himedik.com - Setiap tanggal 29 September, seluruh dunia memeringati World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia. Seperti yang diketahui, jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. 

Peringatan Hari Jantung Sedunia ini bertujuan untuk mengingkatkan kembali kepada masyarakat menjalani pola hidup sehat sebagai pencegahan terhadap penyakit jantung.

Serangan jantung merupakan kondisi yang mengancam jiwa di mana pasokan darah ke jantung berhenti tiba-tiba, yang biasanya disebabkan oleh gumpalan darah.

Seseorang bisa bertahan setelah serangan jantung tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa cepat ia mendapatkan penanganan.

Beberapa hari setelah mengalami serangan jantung atau lebih tepatnya 24-48 jam pertama setelah serangan jantung, kesehatan pasien akan tidak stabil.

Pasien akan tempatkan di unit perawatan koroner (CCU). Kadar gula darah pasien diperiksa. Karena penyakit jantung, masalah kesehatan lain dapat timbul akibat jantung mungkin tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Selain itu, pasien juga akan merasa kelelahan.

Bagi Anda yang pernah mengalami serangan jantung, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan selama proses pemulihan agar mencegah Anda kembali mengalami serangan jantung, seperti dilansir dari boldsky.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)

 

1. Lakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik sangat penting bagi pasien jantung. Berolahraga secara teratur baik untuk menjaga berat badan, fungsi otot, terutama otot jantung.

Selain itu, olahraga seperti berenang, berlari, berjalan, bersepeda, dan jogging akan membantu memompa darah ke seluruh tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitakan dalam American Journal of Physiology-Heart and Circulatory Physiology, olahraga setelah mengalami serangan jantung meningkatkan sirkulasi oksigen dalam tubuh dan memperkuat kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

2. Diet sehat

Ilustrasi: Memasak makanan sehat. (Shutterstock)
Ilustrasi: Memasak makanan sehat. (Shutterstock)

 

Untuk mencegah risiko serangan jantung di masa depan, Anda perlu memiliki diet rendah lemak dan rendah kalori. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Hal tersebut karena keduanya bisa menyebabkan pembentukan plak di arteri.

Arteri yang tersumbat bisa mencegah aliran darah ke jantung hingga menyebabkan serangan jantung. Menurut Journal of American Heart Association, mengonsumsi makanan nabati bisa mengurangi risiko penyakit jantung dibanding dengan pola makan hewani.

3. Berhenti merokok jika Anda seorang perokok

Merokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan membuat jantung sulit memompa darah dan berfungsi secara optimal.

Terkait

Terkini