Kamis, 17 Oktober 2019

Penny Fleck, Ibu Joker Juga Alami Gangguan Delusi, Berikut ini Penyebabnya!

Film Joker yang jadi perbincangan juga menyinggung soal kondisi mental ibu Joker, Penny Fleck yang mengalami gangguan delusi.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Joaquin Phoenix dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)
Joaquin Phoenix dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)

Himedik.com - Selain menceritakan sosok Arthur Fleck, film Joker yang sedang jadi perbincangan juga sempat menyinggung soal gangguan delusi yang diderita Penny Fleck, ibu dari tokoh utama.

Ketika Arthur Fleck berusaha mencari tahu masa lalu ibunya, ia baru mengetahui bahwa ibunya pernah mengalami delusi. Gangguan mental ibunya itulah yang berdampak pada kondisi Arthur Fleck sebagai Joker.

Seperti yang Anda ketahui delusi adalah jenis penyakit mental serius yang disebut psikosis. Penyakit ini membuat penderitanya meyakini sesuatu yang tidak nyata atau bertentangan.

Delusi merupakan gejala paling umum dari penyakit mental, skizofrenia. Sayangnya, belum diketahui persis penyebab seseorang mengalami delusi.

Tetapi, sejumlah penelitian, dilansir dari Clevel and Clinic, mengamati faktor genetik, biologis dan lingkungan bisa memengaruhi seseorang mengalami delusi.

Pemain dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)
Pemain dalam film Joker (Instagram/@jokermovie)

1. Genetik

Faktanya, gangguan delusi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan delusi atau skizofrenia. Sehingga seseorang lebih memiliki kecenderungan mengembangkan penyakit mental tersebut.

2. Biologis

Para peneliti telah mempelajari bahwa kelainan otak bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan delusi. Hal itu karena ketidakseimbangan bahan kimia dalam otak yang disebut neurotransmitter juga telah dikaitkan dengan penyebab gejala delusi.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan mental (Shutterstock)

3. Lingkungan atau psikologis

Kenyataannya, gangguan delusi juga bisa dipicu oleh stres. Orang-orang yang terisolasi, seperti imigran atau mereka yang memiliki penglihatan dan pendengaran buruk akan lebih rentan terhadap gangguan delusi.

Adapun gejala seseorang mengalami delusi seperti suasana hati yang mudah marah, suka mengkhayal dan halusinasi, yakni melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang tidak nyata.

Terkait

Terkini