Minggu, 20 Oktober 2019

Benarkah Minum Teh Baik untuk Kesehatan Otak? Ini Penjelasan Peneliti!

Studi ini melibatkan 36 orang tua sehat yang minum teh selama 25 tahun atau lebih.

Vika Widiastuti
Ilustrasi minum teh. (Pixabay/congerdesign)
Ilustrasi minum teh. (Pixabay/congerdesign)

Himedik.com - Beberapa kandungan dalam teh, seperti pelifenol, antioksidan, katekin, dan phytochemical diyakini bemanfaat bagi otak.

Selain itu, kafein dan asam amino L-Theanine (memberikan efek menenangkan), keduanya ditemukan di dalam teh yang disebut bermanfaat untuk mengurangi kelelahan mental.

Dilansir dari Medicaldaily, saat diminum setidaknya selama 16 minggu, teh bisa meningkatkan daya ingat dan kewaspadaan. Bahkan, mengurangi risiko demensia.

Menurut studi baru oleh National University of Singapore, minum teh memiliki efek positif pada fungsi otak, struktur, dan organisasi, termasuk konektivitas fungsional yang lebih besar. Studi ini melibatkan 36 orang tua sehat yang minum teh selama 25 tahun atau lebih.

Berdasarkan MRI yang dilakukan pada partisipan, peneliti menemukan bahwa orang yang minum teh setidaknya empat kali dalam seminggu selama 25 tahun, memiliki kekuatan konektivitas fungsional yang lebih besar.

"Dianalogikan seperti lalu lintas jalan sebagai contohnya, umpamakan daerah otak sebagai tujuan, sedangkan koneksi antara daerah otak adalah jalan. Ketika sistem jalan lebih terorganisir, pergerakan kendaraan dan penumpang lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit sumber saya. Demikian pula, jika koneksi antar daerah otak lebih terstuktrur, pemrosesan informasi dapat dilakukan dengan efisien," terang Feng Lei, Asisten Profesor di National Univerity of Singapore.

Ilustrasi teh herbal. (Shutterstock)
Ilustrasi teh herbal. (Shutterstock)

 

Pada studi yang dilakukan sebelumnya, peneliti juga menemukan manfaat minum teh yang membuat fungsi kognitif lebih baik dibanding yang tidak minum teh. 

Prof Feng mengatakan, temuan baru ini sejalan dengan temuan mereka sebelumnya. Yaitu, minum teh secara teratur bisa meningkatkan organisasi otak yang mencegah gangguan pada koneksi antar wilayah.

Para peneliti mengungkapkan, mereka akan terus meneliti efek teh dan senyawa bioaktif terhadap penurunan kognitif.

Terkait

Terkini