Kamis, 17 Oktober 2019

Sehari 5 Orang Bunuh Diri di Indonesia, Fidiansyah: Bukan Main-Main Itu!

Menurutnya, ini akan menjadi ancaman apabila Indonesia menghadapi bonus demografi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ilustrasi bunuh diri. (pixabay/HASTYWORDS)
Ilustrasi bunuh diri. (pixabay/HASTYWORDS)

Himedik.com - WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia, mencatat hampir 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. Artinya, setiap 40 detik, ada satu orang melakukan bunuh diri.

WHO juga melaporkan, 79% kasus bunuh diri terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah pada tahun 2016.

Sedangkan di Indonesia, menurut dr Fidiansyah, Sp.Kj, psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza di Kementerian Kesehatan RI, dalam satu hari paling tidak ada 5 orang yang melakukan bunuh diri.

Menurutnya, ini bakal menjadi suatu ancaman apabila Indonesia menghadapi bonus demografi. Namun, masyarakat justru mengakhiri hidupnya pada usia produktif.

"Usia paling banyak (melakukan) bunuh diri itu 15 sampai 29 tahun, generasi milenial," jelas dr Fidiansyah, ketika melakukan siaran langsung melalui akun Instagram Kemenkes, Kamis (10/10/2019).

dr Fidiansyah menjelaskan tentang pencegahan bunuh diri (Instagram/kemenkes ri)
dr Fidiansyah menjelaskan tentang pencegahan bunuh diri (Instagram/kemenkes ri)

Oleh karena itu, dr Fidiansyah mengimbau semua orang untuk mempromosikan pentingnya kesehatan jiwa, baik dari diri sendiri, lingkungan keluarga, maupun masyarakat.

Ia juga menambahkan, pencegahan bunuh diri seharusnya bisa dimulai dari lingkungan keluarga.

"Makanya keluarga harus aware terhadap keluhan-keluhan yang dialami oleh penderita," papar dr Fidiansyah.

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Apabila salah seorang anggota keluarga sempat mencetuskan pikiran untuk bunuh diri, tentu itu harus segera ditindaklanjuti atau ditolong.

"Bukan main-main itu," tegasnya.

Jika tidak, tambah sang dokter, mereka akan melakukan tindakan yang lebih berbahaya lagi, yaitu percobaan. Kemudian, dari percobaan ini mereka akan melakukan hal yang lebih berbahaya lagi, yaitu aksi bunuh diri.

Terkait

Terkini