Sabtu, 07 Desember 2019

Menghirup Polusi Terus-menerus Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan

Berat badan pun terkena imbas udara yang tercemar.

Yasinta Rahmawati
Polusi udara. (pixabay)
Polusi udara. (pixabay)

Himedik.com - Menghirup udara yang tercemar memang bisa berdampak buruk bagi kondisi paru-paru dan jantung. Tak hanya itu, polusi udara yang kita hirup terus menerus dalam jangka panjang, pada akhirnya bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan kronis.

Contohnya seperti masalah pernapasan, iritasi saluran udara, asma, masalah ginjal dan kadang-kadang bahkan dapat menyebabkan kanker.

Sebuah studi terbaru bahkan mengungkap jika menghirup udara yang tercemar bahkan juga bisa menyebabkan penambahan berat badan. Hal ini disampaikan dalam peneitian yang diterbitkan Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology.

Dilansir dari Times of India, para peneliti melakukan percobaan ini pada tikus. Peneliti mengekspos sekelompok tikus hamil dan keturunan mereka ke daerah yang sangat tercemar selama beberapa minggu. Sementara kelompok tikus lainnya menghirup udara segar yang disaring.

Setelah 19 hari ditemukan bahwa tikus yang terpapar udara tercemar menghadapi beberapa masalah.

Ilustrasi polusi (Unplash/Thomas Millot)
Ilustrasi polusi (Unplash/Thomas Millot)

 

Beberapa di antaranya ialah paru-paru yang meradang, tingkat kolesterol buruk LDL yang melonjak hingga 50 persen, dan tingkat resistensi insulin juga meningkat.

Selain itu, tikus yang terpapar polusi ekstrim juga bertambah berat badannya setelah delapan minggu, meskipun kedua kelompok tikus diberi makan makanan yang sama. Dipercaya bahwa penambahan berat badan disebabkan karena adanya peradangan.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, efek buruk dari polusi udara pada kesehatan manusia tentu tidak dapat disangkal. Ini bisa menjadi alasan lain mengapa Anda harus mengurangi paparan polusi udara.

Jadi, gunakan masker setiap kali Anda pergi dan membeli pembersih udara yang baik untuk rumah Anda.

(Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini