Selasa, 28 Januari 2020

Kadar Zat Besi dalam Tubuh dapat Dideteksi Lewat Mulut, Ini Tandanya

Salah satu cara untuk menentukan kekurangan zat besi adalah dengan memeriksa perubahan di dalam atau sekitar mulut.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bibir kering, mulut kering. (Shutterstock)
Ilustrasi bibir kering, mulut kering. (Shutterstock)

Himedik.com - Zat besi, salah satu nutrisi yang penting bagi tubuh dan akan menyebabkan masalah kesehatan jika kadarnya kurang. Umumnya orang mengalami kekurangan zat besi karena kadar mineral di dalam tubuh mereka sangat rendah.

Hal ini dikaitkan dengan pola makan yang buruk, menstruasi yang berat atau masalah kesehatan yang lebih serius.

Penting untuk mendeteksi gejala kekurangan zat besi sejak dini. Menemukan kondisi pada tahap awal dapat membantu menghindari masalah kesehatan.

Salah satu cara untuk menentukan kekurangan zat besi adalah dengan memeriksa perubahan di dalam atau sekitar mulut. Para peneliti telah mengidentifikasi empat tanda di lidah dan tiga di luar mulut.

Melansir Medical Daily, orang yang kekurangan zat besi mengembangkan lidah yang bengkak, sakit dan pucat. Dalam beberapa kasus, anehnya lidah akan terasa halus.

Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)
Makanan mengandung tinggi zat besi. (Shutterstock)

Perubahan ini terjadi karena kadar hemoglobin dan mioglobin yang rendah dalam darah, penyebabnya adalah buruknya asupan zat besi.

Selain dari lidah, melihat area di sekitar mulut juga dapat membantu mendeteksi kekurangan sejak dini. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mulut kering, radang merah di sudut mulut dan sariawan.

Kondisi ini perlu diperhatikan karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan jumlah hemoglobin rendah. Penurunan hemoglobin membuat aliran oksigen ke jaringan dan otot ikut menurun, sehingga dapat menyebabkan anemia.

Untuk memenuhi asupan zat besi para ahli merekomendasikan peningkatan konsumsi makanan yang kaya mineral. Misalnya daging, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, kacang polong, lentil, sereal dan roti dengan zat besi tambahan.

Terkait

Terkini