Rabu, 26 Februari 2020

Jangan Terlalu Lama Tidur, Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 85 Persen

Terlalu banyak tidur selama 9 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi tidur - (Pixabay/Olichel)
Ilustrasi tidur - (Pixabay/Olichel)

Himedik.com - Ada banyak faktor risiko dari stroke, mulai dari gaya hidup, merokok, hingga kondisi kesehatan seseorang seperti diabetes. Baru-baru ini, para peneliti telah memulai mengeksplorasi durasi tidur sebagai faktor risiko potensial lainnya.

Beberapa penelitian menemukan, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, termasuk stroke.

Menurut temuan ini, yang dilansir dari Medical News Today, kurang tidur secara teratur dan tidur lebih lama dari 7 jam per malam dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi.

Sekarang, sebuah penelitian yang muncul dalam jurnal Neurology menemukan hubungan antara tidur siang hari, tidur berlebihan, dan risiko stroke.

Penelitian baru ini dilakukan oleh Xiaomin Zhang, dari Huazhong University of Science and Technology di Wuhan, China.

Mereka melakukan penelitian pada 31.750 orang di China yang diketahui tidak memiliki riwayat stroke atau masalah kesehatan serius lainnya di awal penelitian.

Setelah menanyakan tentang pola dan kebiasaan tidur siang mereka serta mengawasi kehidupan mereka selama 6 tahun, tim menemukan ada kasus 1.557 stroke di antara para peserta selama periode penelitian.

Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)

Berdasarkan perhitungan, mereka yang tidur selama 9 jam atau lebih per malam 23% lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada mereka yang secara teratur tidur hanya 7-8 jam setiap malam.

Peneliti juga menyimpulkan, orang-orang yang tidur lebih dari 9 jam dan tidur siang selama lebih dari 90 menit per hari memiliki risiko stroke 85% lebih tinggi.

Meski begitu, peneliti mengakui beberapa keterbatasan dalam pekerjaan mereka, serta fakta bahwa diperlukan lebih banyak penelitian.

Pertama, penelitian observasional yang tidak dapat dibuktikan dengan sebab akibat. Kedua, penelitian ini tidak menjelaskan adanya gangguan hidup lain yang mungkin memengaruhi hasil.

"Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami bagaimana tidur siang yang panjang dan tidur lebih lama di malam hari dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke," ujar dr. Zhang.

"Tapi studi sebelumnya menunjukkan tidur siang dan tidur malam lebih lama memiliki perubahan yang tidak menguntungkan dalam kadar kolesterol dan peningkatan lingkar pinggang, keduanya di antaranya adalah faktor risiko stroke," sambungnya.

Terkait

Terkini