cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Kamis, 24 September 2020

Kebiasaan Gigit Kuku Bisa Jadi Indikasi Masalah Mental

Kebiasaan menggigit kuku ini dikenal sebagai onychophagia.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi menggigit kuku (Unplash/ian dooley)
Ilustrasi menggigit kuku (Unplash/ian dooley)

Himedik.com - Selama ini orang menilai menggigit kuku adalah suatu kebiasaan yang jorok. Nyatanya, kebiasaan ini justru ada kaitannya dengan kesehatan mental seseorang.

Apalagi jika seseorang memiliki kebiasaan menggigit kuku ini sejak kecil hingga dewasa. Masalah kesehatan mental dalam hal ini ada kaitannya dengan alasan seseorang menggigit kukunya, seperti sedang cemas, gugup dan lainnya.

Dalam istilah psikologi dilansir dari Psychology Today, menggigit kuku dikenal sebagai onychophagia. Kondisi ini dianggap sebagai kebiasaan oral patologis dan gangguan perawatan yang ditandai dengan kebiasaan menggigit kuku kronis.

Onychophagia sendiri diklasifikasinya dalam DSM-5 sebagai gangguan obsesif kompulsif dan gangguan terkait. Kebiasaan ini seringkali menyebabkan kerusakan pada kuku.

Sama halnya dengan perilaku berulang lainnya seperti menarik rambut atau mencabut kulit, kebiasan menggigit kuku secara kronis bisa menyebabkan gejala bersifat psikologis dan fisik. Contohnya seperti :

Ilustrasi jari. (Shutterstock)
Ilustrasi jari. (Shutterstock)

Sebenarnya, penyebab seseorang mengalami onychophagia atau kebiasaan gigit kuku yang terkait kesehatan mental belum jelas. Tetapi, faktor genetik bisa menjadi salah satu yang menyebabkan seseorang cenderung mengembangkan onychophagia, gangguan suasana hati dan kecemasan lebih tinggi.

Kebiasaan menggigit kuku sendiri telah dikaitkan dengan kecemasan, karena tindakan ini bisa mengurangi stres, ketegangan atau kebosanan.

Kebanyakan orang yang memiliki kebiasaan menggigit kuku ini pun mengaku melakukannya ketika merasa gugup, bosan, kesepian atau lapar.

Sementara itu, kebiasaan gigit kuku tanpa gejala kondisi kejiwaan lain bisa dikaitkan dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), oppositional defiant disorder, separation anxiety, enuresis, gangguan tic dan masalah kesehatan mental lainnya.

Dalam mengatasi hal ini, Anda bisa mengoleskan sesuatu yang pahit pada jari tangan atau mengenakan sarung tangan. Sehingga cara ini mencegah Anda tidak meenggigit jari.

Terkait

Terkini