Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

Remaja Jangan Biasa Begadang, Bisa Memicu Depresi

Remaja biasa begadang hingga larut malam karena bermain gadget.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi begadang. (shutterstock.com)
Ilustrasi begadang. (shutterstock.com)

Himedik.com - Waktu tidur yang berantakan dalam jangka panjang tidak hanya menurunkan kualitas kerja di pagi hari, tetapi juga kesehatan mental dan fisik. Hal ini juga berlaku untuk remaja. Waktu tidur yang berantakan bisa memengaruhi perkembangan mental dan fisiknya.

Seperti yang Anda ketahui, sekarang ini remaja biasa begadang hingga larut malam karena bermain gadget atau komputer. Menurut para ahli, kebiasaan ini disebut apidemi remaja kurang tidur.

Para peneliti telah menemukan saat anak-anak beranjak remaja, orangtua seharusnya mulai menegaskan waktu tidur dan membatasi penggunaan gadget.

Sebuah studi telah menemukan bahwa orangtua yang menerapkan aturan tidur ketat bisa memberikan dampak positif yang signifikan pada anak remaja. Terutama remaja usia 14 hingga 17 tahun lebih memiliki waktu tidur yang teratur karena aturan ketat dari orangtua.

Para ilmuwan di Universita Rochester di New York juga menemukan para remaja tersebut memiliki lebih banyak energi di siang hari dan berisiko lebih rendah mengalami depresi karena kurang tidur.

Ilustrasi tidur (Pexels)
Ilustrasi tidur (Pexels)

"Hasil dari 193 remaja dan orangtua, sepertiga orangtua tidak menegakkan aturan ketat mengenai penggunaan layar pra-tidur dan 48 persen tidak memiliki aturan mengenai konsumsi kafein di malam hari," tulis para akademisi dikutip dari Daily Mail.

Sementara itu, mereka hanya menemukan 16 persen orangtua yang menerapkan aturan ketat mengenai jam tidur dan hasilnya anak-anak memiliki waktu tidur malam 6 menit lebih lama.

Berdasarkan penelitian itulah menunjukkan remaja dengan durasi tidur lebih lama mengalami tingkat energi yang tinggi pada siang hari. Mereka juga memiliki risiko depresi lebih rendah.

Karena itu, para peneliti mendukung kuat para orangtua untuk menerapkan aturan tidur yang ketat untuk anak-anak mereka. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental anak-anak yang lebih baik.

Meskipun para peneliti juga menyadari bahwa menerapkan aturan tidur yang ketat untuk anak-anak hanya mudah diucapkan dan sulit dilakukan di kehidupan nyata.

"Semua orang setuju bahwa tidur yang teratur lebih baik untuk kesehatan Anda dan sebagian besar anak-anak juga bisa tidur lebih baik. Semua ini tentang negosiasi di dalam keluarga untuk menerapkan aturan tidur yang ketat," jelas Profesor Kevin Morgan, seorang ahli tidur di Universitas Loughborough.

Terkait

Terkini