Kamis, 27 Februari 2020

Diet Keto Dinilai Paling Buruk, Pakar: Memang Tidak untuk Semua Orang

Diet ketogenik dinilai paling buruk, mengapa?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi menu makan diet keto. (pixabay/zuzyusa)
Ilustrasi menu makan diet keto. (pixabay/zuzyusa)

Himedik.com - Menurut peringkat yang dibuat US News and World Report, pada 2020 diet ketogenik sekali lagi menduduki peringkat sebagai tren diet terburuk dalam beberapa kategori, meski populitasnya terus berlanjut.

Penilaian didasarkan pada tujuh kategori dan dinilai dari skala satu hingga lima. Kategori tersebut adalah kelengkapan nutrisi, seberapa mudah diet diikuti, potensi penurunan berat badan jangka panjang dan pendek, keamanan dan kemungkinan efek samping, dan potensi untuk mencegah penyakit.

Diet keto mendapat nilai buruk dalam daftar pola makan unutk jantung sehat, mengingat banyak bentuk keto sangat bergantung pada lemak jenuh seperti mentega dan daging merah yang dapat berkontribusi pada risiko penyakit jantung.

Namun hal ini dibantah oleh orang-orang yang merasa telah mendapat manfaat dari mengikuti diet keto. Mereka mengklaim, jika diet dilakukan dengan benar maka akan mendapat manfaatnya, termasuk penurunan berat badan dan mendapat energi lebih banyak.

Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)
Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)

Menurut ahli gizi Robin Foroutan, diet keto memang tidak dimaksudkan untuk semua orang. Sebab, ada bukti bahwa diet keto dapat meningkatkan kesehatan kelompok tertentu dengan meningkatkan kontrol gula darah, serta membantu penurunan berat badan.

Artinya, ada beberapa orang yang memang tidak cocok dengan diet ini, dilansir Insider.

Karena keterbatasan diet, kemungkinan adanya efek samping dan kurangnya data jangka panjang, para ahli mungkin lebih waspada dalam menggembar-gemborkan diet keto untuk populasi umum.

"Untuk orang dan situasi yang tepat, diet keto dapat mengubah tubuh, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Jadi orang tidak merasa nyaman merekomendasikannya kepada siapa pun dalam keadaan apapun," katan Foroutan.

Terkait

Terkini