Selasa, 25 Februari 2020

Ada 4 Obat Bius yang Bisa Dicampur Air Minum, Seperti Ini Efeknya!

Waspadai tindak kejahatan menggunakan obat bius yang dicampur air minum, ketahui efek-efeknya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Raynhard Sinaga  (YouTube/Sky News)
Raynhard Sinaga (YouTube/Sky News)

Himedik.com - Reynhard Sinaga (36), mahasiswa S3 asal Indonesia dijatuhkan hukuman 30 tahun penjara akibat kasus pemerkosaan terhadap 190 pria di Manchester, Inggris. Kasus yang menimpa pria asal Indonesia ini pun lantas menjadi perhatian dunia.

Terutama aksi Reynhard Sinaga ketika mengincar korbannya yang seorang pria heteroseksual, berkulit putih dan rata-rata berusia 21 tahun.

Sinaga mengincarnya dengan berpura-pura menjadi orang baik yang menawarkan alkohol kepada korbannya. Ia selalu menawarkan alkohol atau minuman karena sudah mencampurkannya dengan obat bius.

Dalam kasus ini, Sinaga diketahui menggunakan obat bius GHB untuk membuat korbannya tertidur. Kabar ini tentu membuat sejumlah orang khawatir jika bertemu dengan seseorang seperti Reynhard Sinaga.

Apalagi cara Sinaga membius korbannya sudah cukup umum, yakni dengan mencampurkannya ke dalam minuman. Tetapi, hal ini seringkali diabaikan orang.

Padahal hal ini mestinya bisa dideteksi meskipun obat bius yang dicampur ke dalam minuman bisa tidak berbau, tidak berwarna dan mengubah rasa. Selain obat bius GHB yang digunakan Reynhard, dilansir dari Hello Sehat, masih ada obat bius lain tak terduga yang perlu dikatahui jika dicampur minuman, antara lain:

Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)
Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)

1. Alkohol

Alkohol termasuk minuman yang paling umum digunakan untuk membius orang. Biasanya pelaku menambahkan alkohol ke dalam minuman non-alkohol atau menambah konsentrasi lebih tinggi ke dalam minuman alkoholik.

Dalam hal ini, Anda sangat mungkin tidak merasakan alkohol di dalam minuman. Karena minuman manis atau memiliki rasa kuat bisa menutupi alkohol.

2. Obat depresan

Obat depresan juga bisa digunakan sebagai obat bius yang membuat tubuh lemas dan membantu orang tidur. Obat depresan yang dicampurkan ke dalam alkohol bisa memiliki efek kuat.

Biasanya obat ini bisa membuat Anda sangat mabuk dan tidak bisa mengingat semua peristiwa yang telah terjadi. Efeknya akan mulai terasa selama 15 hingga 30 menit, bahkan bisa bertahan 8 jam.

Obat GHB digunakan Reynhard Sinaga untuk menjerat korban. (Shutterstock)
Obat GHB digunakan Reynhard Sinaga untuk menjerat korban. (Shutterstock)

3. GHB (gammahydroxybutrate)

Obat bius GHB seperti yang digunakan Reynhard Sinaga bisa menyebabkan pelemas otot dan amnesia jangka pendek jika dicampurkan ke dalam alkohol. Efek dari GHB sendiri akan mulai terasa setalah 10 menit hingga satu jam dan obat bius ini akan bertahan selama 7 jam.

Orang yang minum GHB akan merasakan efek halusinasi, mengantuk ekstrem, muntah, kejang dan koma jangka pendek. Jika dicampur alkohol, efek GHB akan lebih kuat.

4. Ketamin

Obat bius ketamin berbentuk bubuk putih yang biasanya digunakan pada hewan. Obat bius ini bisa menyebabkan korbannya amnesia jangka pendek dan kaku tak bergerak selama jangka lama.

Efek ketamin bisa menyebabkan hilangnya sensasi dalam tubuh dan kelumpuhan otot. Obat ini juga menyebabkan distorsi realitas atau berhalusinasi.

Terkait

Terkini