cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 21 September 2020

Kenaikan Gaji Bisa Cegah Depresi dan Bunuh Diri, Ini Hubungannya

Penelitian menemukan bahwa kenaikan gaji berkaitan dengan kesehatan mental dan penurunan risiko orang bunuh diri.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi uang (Pixabay/Maklay62)
Ilustrasi uang (Pixabay/Maklay62)

Himedik.com - Kenaikan gaji ternyata tidak hanya merupakan bentuk apresiasi kepada karyawan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Sebuah studi baru menemukan adanya hubungan erat antara kebijakan keuangan dengan kesehatan mental seseorang.

Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health menunjukkan bahwa menaikkan upah minimal sebesar senilai Rp 27 ribu dapat mencegah puluhan ribu kasus bunuh diri pada periode 1990 hingga 2015.

Para peneliti lalu menarik perhatian ke Amerika yang menaikkan upah minimum di atas tingkat Federal selama 2 dekade terakhir.

Hasilnya menunjukkan bahwa menaikkan upah minimum senilai Rp 13.749 menyebabkan penurunan tingkat bunuh diri sebesar 6 persen antara 2009 hingga 2015. Artinya, terdapat sekitar 14.000 lebih sedikit kasus bunuh diri.

Lalu, kenaikan gaji hingga Rp 27 ribu disebut dapay mencegah hampir 26 ribu kasus bunuh diri di puncak pengganggu pada tahun 2009.

Ilustrasi gaji (shutterstock)
Ilustrasi gaji (shutterstock)

Terapis keuangan bersertifikat, Dr. Megan McCoy, mengatakan bahwa sejumlah kecil uang bisa mempunyai nilai berarti.

"Para peneliti menyebut bunuh diri itu kematian karena putus asa. Cukup menaikkan gaji seringkali membuat seseorang memiliki rasa pencapaian atau tujuan," ungkap Dr. McCoy, dikutip dari The Saxon.

Dia menambahkan, uang dan kesehatan mental saling terkait. Dr. McCoy juga mengatakan stres keuangan bisa menyebabkan depresi berat dan pengeluaran impulsif.

Terkait

Terkini