Senin, 24 Februari 2020

Orang yang Selalu Buang Air Besar di Pagi Hari Lebih Sehat, Benarkah?

Setidaknya setiap hari seseorang harus buang air besar, kata pakar.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Penyebab feses berbusa.
Penyebab feses berbusa.

Himedik.com - Frekuensi normal seseorang buang air besar (BAB) adalah tiga kali sehari dan cenderung akan melakukannya pada waktu yang sama setiap hari, menurut Healthline.

Meski tidak ada patokan, idealnya seseorang harus BAB sekali sehari, terutama di pagi hari.

Dilansir Fatherly.com, gerakan buang air besar di pagi hari adalah yag terbaik dari semua waktu untuk BAB.

"Di pagi hari, ketika kita pertama kali bangun, jam internal (sirkardian tubuh) akan 'berbunyi' di usus, dan usus besar mulai berkontraksi lebih kuat," tutur dokter spesialis gastroenterologi, Sarina Pasricha.

Ia melanjutkan, usus besar akan berkontraksi tiga kali lebih keras saat bangun tidur, dibandingkan ketika sedang tidur.

Ilustrasi sulit buang air besar. [Shutterstock]
Ilustrasi  buang air besar. [Shutterstock]

Ketika tidur, usus kecil dan usus besar akan bekerja dengan memproses sisa makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Sekitar 30 menit setelah bangun, umumnya orang baru akan merasa ingin BAB.

Rutinitas di pagi hari seperti peregangan, minum air dan mengonsumsi kopi dapat membantu menggerakan pencernaan. Namun, bukan berarti setidap orang harus BAB di pagi hari.

"Biasanya waktu terbaik untuk buang air besar adalah di pagi hari. Namun, beberapa orang mungkin tidak BAB di pagi hari dan ini tidak berarti ada masalah," sambung Pasricha.

"Tidak apa-apa untuk tidak buang air besar di pagi hari selama orang-orang melakukan buang air besar setiap hari," tanadasnya.

Terkait

Terkini