Kamis, 27 Februari 2020

Tak Hanya Kelelawar, Virus Corona Bisa Menular Lewat Kotoran Ular

Virus corona mematikan dari Wuhan, China diduga bisa menular lewat kotoran ular, tidak hanya kelelawar buah.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ular stiletto - (Instagram/@zach_little562)
Ular stiletto - (Instagram/@zach_little562)

Himedik.com - Virus Corona dari Wuhan, China semakin mengkhawatirnya setelah merenggut nyawa 17 orang. Virus mematikan ini tidak hanya diduga ditular melalui kelelawar, tetapi juga ular.

Sebelumnya, kelelawar buah diduga berisiko menularkan virus corona ini kepada manusia. Menurut analisis genetik, ular juga diduga bisa menyebarkan virus corona karena banyak orang mengonsumsinya.

Sejak 22 Januari 2019, China telah mengonfirmasi sudah ada sebanyak 555 kasus orang terinfeksi virus corona. Virus ini menyebabkan demam, sulit bernapas dan radang paru-paru.

Guna mencegah penyebaran virus tersebut, Wuhan pun menutup sementara transportasi umum. Beberapa orang yang sudah terinfeksi virus pun ditempatkan dalam ruang pemantauan khusus atau karantina.

Sementara itu, sebanyak 444 kasus infeksi virus corona juga dilaporkan telah terdeteksi di luar Wuhan, mulai Guangdong, Beijing dan Shanghai. Sedangkan, negara selain China yang mendeteksi kasus virus corona antara lain Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Ilustrasi virus korona (Coronavirus). (Shutterstock)
Ilustrasi virus korona (Coronavirus). (Shutterstock)

Sumber infeksi virus corona ini diduga berasal dari makanan di Wuhan yang dikunjungi oleh pasien beberapa hari sebelumnya. Karena, pasar ini dikenal menjual hewan liar dan peternakan hidup, termasuk marmut, kelinci, burung, kelelawar dan ular.

Guna memastikan bahwa virus corona berasal dari hewan-hewan tersebut, Wei Ji dan rekannya di Universita Peking di China membandingkan genom dari lima sampel virus corona dengan 217 virus serupa dari berbagai spesies.

Hasil analisis tim menunjukkan bahwa virus baru terlihat mirip dengan yang ditemukan pada kelelawar. Tetapi, kebanyakan seperti virus yang terlihat pada ular.

"Hasil yang diperolah dari analisis kami menunjukkan pertama kalinya bahwa ular adalah reservoir hewan liar yang paling mungkin menularkan virus corona," tulis tim penelitian dikutip oleh New Scientist.

Namun, Haitao Guo di University of Pittsburgh di Pennsylvania berpendapat bahwa penelitian ini masih membutuhkan lebih banyak bukti eksperimental.

Ilustrasi ular - (Pixabay/Pascal-Laurent)
Ilustrasi ular - (Pixabay/Pascal-Laurent)

Virus baru mungkin terbentuk sebagai hasil kombinasi virus dari kelelawar dan ular. Hal ini bisa terjadi dua spesies hewan ini disimpan dalam jarak dekat seperti yang terjadi di pasar makanan.

Kemudian, virus corona ini menyebar antar-manusia melalui udara. Tetapi, Peter Rabinowitz di University of Washington di Seattle mengatakan bahwa hal itu masih spekulasi.

"Ini masih spekulasi, tetapi jika virus ada di sekresi atau kotoran ular, ada kemungkinan untuk aerosolise dan dihirup manusia jika ada banyak ular dan orang," kata Peter Rabinowitz.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan kalau virus corona ini termasuk dalam keluarga SARS dan MERS. Karena itu, wabah virus corona ini dianggap darurat kesehatan publik dan menjadi perhatian internasional.

Terkait

Terkini