Kamis, 02 April 2020

Cukupi Gizi, Ibu Hamil Dianjurkan Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini

Minuman bernutrisi dan bergizi penting dikonsumsi demi kesehatan tubuh selama hamil.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi perut ibu hamil - (Pixabay/WenPhotos)
Ilustrasi perut ibu hamil - (Pixabay/WenPhotos)

Himedik.com - Apa yang ibu hamil konsumsi, baik makanan atau minuman, semuanya menjadi sumber makanan sang janin. Maka dari itu, ibu hamil perlu mengonsumsi nutrisi sehat untuk perkembangan buah hatinya.

Untuk memastikan diet seimbang dan bergizi, Anda perlu makan berbagai makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, roti, biji-bijian, sumber protein dan produk susu.

Selain itu, penting juga untuk banyak minum untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda yang meningkat.

Dilansir Health Site, berikut 5 minuman sehat yang baik dikonsumsi untuk Anda dan janin.

1. Air kelapa

Minumlah air kelapa yang lembut untuk menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi.

Air murni dari kelapa ini penuh dengan mikro-mineral. Cairan juga membantu menjaga tingkat tekanan darah, meringankan rasa asam, heartburn, dan dan sembelit.

2. Jus buah alami dan segar

Jeruk, cranberry, dan jus buah lainnya banyak yang mengandung antioksidan penambah kekebalan tubuh, vitamin C dan nutrisi penting seperti folat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan sel bayi.

Ilustrasi diet untuk ibu hamil. (Shutterstock)
Ilustrasi diet untuk ibu hamil. (Shutterstock)

3. Teh herbal

Teh herbal, seperti teh mint, dapat membantu mengurangi gejala mual di pagi hari. Sedangkan teh raspberry merah dapat membantu mengatur kontraksi selama persalinan.

4. Jus sayuran rumahan

Sayuran seperti brokoli, bayam, dan kol, kaya akan asam folat. Minum jus sayuran ini dapat membantu mencegah cacat tabung saraf dan meningkatkan persalinan yang sehat.

5. Susu yang pasteurisasi

Minum susu dan mengonsumsi produk susu selama kehamilan membantu memasok jumlah kalsium yang diperlukan pertumbuhan janin.

Namun, hindari susu mentah (tidak dipasteurisasi), karena dapat mengandung mikroba berbahaya yang dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi bayi.

Terkait

Terkini