Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 02 Juni 2020

Info Virus Corona 'Membabi Buta', Dokter Ini Luruskan Melalui Pesan Medsos

Ia juga menyampaikan lima fakta terkait virus corona yang didapatnya dari sumber kredibel.

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Virus corona Covid-19. (Shutterstock)
Virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Sejak virus corona baru Covid-19 terdiagnosis pada dua warga Depok, Jawa Barat, masyarakat Indonesia seketika menjadi panik.

Tidak hanya itu, beberapa orang pun mulai memburu masker serta hand sanitizer sebagai bentuk perlindungan diri agar tidak mudah terinfeksi Covid-19, yang membuat kedua barang ini menjadi langka.

Mengenai hal ini, dr. Mardi Susanto, Sp.KJ (K) dari RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, mencoba untuk mengimbu masyarakat untuk tidak panik melalui pesan yang disebarkan melalui media sosial.

Ia juga menyampaikan lima fakta terkait virus corona, yang didapatnya dari sumber berita resmi, jurnal kesehatan, analisis empiris, medis atau non medis, dalam kurun dua bulan.

Ilustrasi virus corona dan petugas medis Wuhan. (Antara)
Ilustrasi virus corona dan petugas medis Wuhan. (Antara)

Fakta pertama

Menurut dr. Mardi, virus corona baru akan menular melalui cairan tubuh dan bersin. Makai masker serta hand sanitizer sebagai bentuk pencegahan sudah benar. Begitu pun dengan lebih rajin mencuci tangan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Fakta kedua

Bahwa virus corona tidak tahan sinar matahari, itu benar adanya. Tapi, tidak hanya virus corona. Hampir semua virus dan bakteri tidak kuat sinar UV dari matahari dan suhu di atas 50 derajat celsius. Jadi, tak ada salahnya untuk lebih sering berjemur di bawah sinar matahari pagi. Dan, syukurilah karena kita tinggal di Indonesia yang selalu disinari matahari, kecuali di musim hujan. Bulan Maret ini diprediksi akan menjadi akhir musim hujan, dan matahari akan kembali rajin menyapa Indonesia.

Jika Anda tidak menggunakan pelindung, seperti masker, lebih baik hindari dulu keramaian dan khususnya di ruangan tertutup. Memutus mata rantai penyebaran virus dengan pelindung, mengurangi aktivitas dan interaksi di ruang publik, sementara ini adalah cara paling baik untuk menghindari paparan virus corona.

Fakta ketiga

Virus sulit menginfeksi orang dengan daya tahan tubuh baik. Jadi, rajin-rajinlah olahraga, konsumsi makanan sehat, vitamin, protein, dll. Tambahkan konsumsi suplemen murah meriah penolak virus, seperti sari kunyit, temulawak, jahe, jinten, sirih, VCO, dll. Kita bersyukur makanan Indonesia kaya dengan rempah-rempah obat dan senyawa-senyawa penolak virus ini, dan ini mudah didapat atau bisa ditanam sendiri.

Fakta keempat

Jangan lupa selalu berdoa. Pandemi (wabah dunia) virus Flu Spanyol pernah terjadi di dunia 100 tahun lalu, menginfeksi 500 juta orang dan menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia. Tingkat kematian dan penularan begitu tinggi pada masa itu karena sulitnya informasi dan tidak ada cara penanganan yang tepat. Fasilitas kesehatan, obat-obatan dan teknologi juga belum semaju sekarang.

Saat ini, komunikasi dan informasi sudah terbuka dan kita bisa dengan cepat mengantisipasi, memutus mata rantai penularan, dan bisa secara mandiri atau berkelompok bertindak untuk mencegah bahkan mengobatinya. Ada harapan besar kita pada obat-obat herbal Indonesia seperti di atas.

Fakta kelima

Virus corona covid-19 sama seperti penyakit lain, mematikan pada pasien-pasien yang kondisinya lemah. Dari statistik, level kematian diamati tinggi pada usia lanjut dan orang dengan riwayat penyakit berat, misal jantung coroner, hipertensi, dan diabetes akut. Tingkat kematian oleh virus corona juga masih di bawah penyakit lain, maksimal 3,5 sampai 4 persen. Dari sekitar 80.000 orang terinfeksi di China, kematian adalah 2800 jiwa, jauh lebih rendah dari SARS, ebola, flu burung, bahkan virus dengue atau demam berdarah.

COVID-19. (Shutterstock)
COVID-19. (Shutterstock)

Dari informasi tersebut, dr. Mardi pun mencatat beberapa kesimpulan.

1. Jangan panik, rush, atau menumpuk bahan makanan dan lainnya karena hanya akan membuat fisik dan mental kita dan orang lain drop. Ingat, penyakit apapun akan lebih mudah menyerang orang yang stres dan penuh ketakutan karena sistem imunnya akan melemah. Sementara orang yang mampu tenang dan mengontrol dirinya, bisa memproduksi enzim dan zat immunitas dgn lebih baik.

2. Mari hadapi pengumuman resmi pemerintah ini dengan cara yang lebih baik, lebih dewasa, lebih beriman pada Tuhan sesuai agama dan keyakinan masing masing. Mungkin semua ini supaya kita lebih peduli sesama, menghilangkan sifat egois dan sombong kita, sifat arogan, terlalu yakin pada kemampuan manusia, kemampuan materi, ekonomi, ilmu, teknologi, politik, senjata, kekuatan militer, dan sebagainya. Membuat kita lebih peduli pada kesehatan diri sendiri dan lingkungan, lebih higienis, dan menjalankan pola hidup sehat.

3. Wabah global ini tentu bisa berlalu dengan izin Tuhan dan kerjasama semua manusia yang lebih baik. Pada akhirnya, ini akan melahirkan manusia-manusia yang jauh lebih humble, peduli pada semua manusia lain, tanpa sekat ras, kelas ekonomi, agama, negara, dll. Terbukti, negara maju saja belum bisa menemukan vaksinnya, paling tidak untuk selang beberapa waktu ini.

4. Ras manusia sejatinya adalah satu, dan wabah virus corona adalah tantangan bersama. Mungkin ini adalah cara untuk semua isi bumi kembali bersatu dan melupakan semua perbedaan, tidak serakah, saling menindas, berperang, bersengketa, dan merusak alam.

Supaya masyarakat yang dirasa terkena gejala dapat segera dirawat, kementerian kesehatan telah merilis 100 daftar rumah sakit rujukan dan layanan hotline terkait virus corona yang sebabkan covid-19.

Terkait

Terkini