Kamis, 02 April 2020

Ikan Laut Dapat Tercemar Mikroplastik, Ini 5 Efek Samping Jika Dikonsumsi

Mengonsumsi ikan yang tercemar mikroplastik tentunya berbahaya bagi kesehatan manusia.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ikan beku (Pixabay/Laborratte)
Ilustrasi ikan beku (Pixabay/Laborratte)

Himedik.com - Setiap hari, ada jutaan ton plastik yang terbuang. Semua plastik ini pun dipecah menjadi potongan-potongan berdiameter kurang dari 0,2 inci hingga menjadi mikroplastik.

Mikroplastik yang biasa digunakan dalam barang-barang rumah tangga ini juga akan berakhir di perairan. Sehingga sekitar 8,8 juta ton plastik mencemari lautan setiap tahunnya.

Akibatnya, organisme laut seperti ikan, kerang hingga tiram akan menelan mikroplastik ini. Lalu, kita juga akan menelannya ketika mengonsumsi organisme laut tersebut.

Lalu, apa yang akan terjadi pada tubuh kita ketika menelan mikroplastik? Dilansir oleh Organic Welcome, berikut ini 5 hal yang perlu kita waspadai.

1. Phthalates dan reproduksi

Plastik terbuat dari ftalat, yakni bahan kimia yang membuat plastik fleksibel. Adapun sejumlah phthalate termasuk DBP, BBP, DEHP, DINP, DnOP dan DIDP.

Ada tiga jenis phthalate di antaranya yang dilarang untuk membuat mainan bayi. Tetapi, 3 jenis itu tidak dilarang untuk tujuan lain.

Selain itu, dua diantara beberapa jenis phthalate juga bisa menyebabkan kerusakan reproduksi pada tikus jantan. Hal ini terkait dengan endometriosis wanita, yang menyebabkan masalah perkembangan reproduksi pada tikus. Dampak ini juga terlihat pada anak-anak dalam masa puber.

Ilustrasi makanan laut (shutterstock)
Ilustrasi makanan laut (shutterstock)

2. Phthalates dan kanker

Sebagian besar ftalat pada plastik juga berhubungan dengan risiko kanker. Hasil tes laboratorium mengetahui phthalates bisa memicu pertumbuhan sel kanker payudara dan menyebabkan tumor pada tikus.

Tetapi, belum diketahui hubungan langsung phthalates dengan kanker pada manusia. Jika orang tidak menderita kanker karena pajanan, seseorang mungkin akan iritasi kulit dan mata. Hal ini juga menyebabkan mual, pusing dan muntah.

3. Radikal bebas dan demensia

Mikroplastik dapat menumpuk di hati tikus, ginjal dan usus. Saat tikus diberi makan mikroplastik, zat ini akan meresap melalui dinding usus ke dalam aliran darah. Lalu, hati tikus yang penuh mikroplastik akan menyebabkan radikal bebas tingkat tinggi .

Sedangkan, ketidakseimbangan radikal bebas berhubungan dengan diabetes, aterosklerosis (pembuluh darah yang mengeras), tekanan darah tinggi, kanker, penyakit jantung, kondisi seperti parkinson dan alzheimer serta peradangan kronis.

4. Bisphenol A (BPA) dan impotensi

BPA atau bisphenol A adalah bahan kimia yang biasa digunakan dalam botol air dan wadah makanan. BPA adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak dalam plastik.

Padahal BPA terkait dengan gangguan reproduksi, impotensi pria, penyakit jantung, diabetes tipe 2, penambahan berat badan, perkembangan otak janin, kanker payudara dan prostat serta asma.

5. Racun

Air tawar dan lautan bisa mengandung antibiotik, obat-obatan lain dan racun. Mikroplastik bisa menyerap bakteri, virus, logam berat dan zat berbahaya lainnya.

Kemudian ikan yang mengonsumsi mikroplastik ini berpikir itu hanya plankton. Lalu, kita yang mengonsumsinya juga akan menelan mikroplastik sekaligus toksiknya.

Terkait

Terkini