Selasa, 07 April 2020

Pasien Corona Meninggal di Bali, Penyakit Parah Bisa jadi Faktor Pemicunya

WNA pasien corona yang meninggal sudah memiliki riwayat penyakit diabates, hipertensi dan paru-paru.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)
Ilustrasi rumah sakit. (Unsplash/Marcelo Leal)

Himedik.com - Achmad Yurianto, Juru Bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, mengatakan ada satu WNA pasien virus corona meninggal pada Rabu (11/3/2020) pukul 02.00 WIB dini hari.

Ia menambahkan, WNA tersebut sebenarnya sudah menderita penyakit yang cukup berat, termasuk diabetes, hipertensi, serta penyakit paru.

"Pasien ini masuk di rumah sakit sudah dalam kondisi sakit berat karena ada faktor penyakit yang mendahului diabet, hipertensi, paru obstruksi menahun. Pasien ini seorang perempuan usia 53 tahun, ini dia WNA," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Sebelumnya, sebuah studi juga menunjukkan orang dengan diabetes lebih mungkin terjadi kematian.

"Hasil lebih buruk pada orang tua mungkin sebagian disebabkan oleh melemahnya sistem kekebalan yang berkaitan dengan usia dan peningkatan peradangan yang dapat meningkatan replikasi virus dan respons lebih lama terhadap peradangan," jelas penulis studi Zhibo Liu di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, dilansir New Scientist.

Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Tidak hanya diabetes, kondisi hipertensi juga rentan terhadap infeksi virus corona, yang masuk ketika aterosklerosis terjadi.

Aterosklerosis merupakan suatu proses di mana dinding pembuluh darah seseorang menumbuhkan plak padat terbuat dari lemak dan serat jaringan.

Jika salah satu dari plak ini terkikis atau pecah, ia dapat menyumbat pembuluh darah.

Dilansir National Geographic, Covid-19 dapat menciptakan 'badai darah' peradangan yang menyebar ke seluruh tubuh.

"Kami tahu, terutama bagi orang yang tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, bahwa peradangan dapat menjadi pemicu pecahnya plak," kata Erin Michos, ahli jantung dan direktur Kesehatan Kardiovaskular Wanita di Johns Hopkins Medicine di Baltimore.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Terkait

Terkini