Selasa, 31 Maret 2020

Virus Corona Dapat Menular Lewat Sperma atau Cairan Vagina? Ini Kata Pakar

Diketahui sebelumnya, sekresi pernapasan termasuk tetesan yang keluar dari mulut berupa batuk atau bersin dapat menularkan corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi sperma (Pixabay/sciencefreak)
Ilustrasi sperma (Pixabay/sciencefreak)

Himedik.com - Tinder, salah satu aplikasi perjodohan yang sangat populer di dunia ikut memperingatkan penggunanya tentang bahaya dari virus corona Covid-19.

Ketika pengguna membuka aplikasi ini, otomatis akan muncul pemberitahuan pop-up berbunyi, "Kesehatan Anda adalah prioritas utama kami. Sementara kami ingin Anda bersenang-senang, melindungi diri dari virus corona itu penting".

Mereka juga menautkan link lanjutan ke situs Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk informasi lebih lanjut.

Dari hal ini pun menimbulkan pertanyaan apakah berhubungan intim dapat menularkan Covid-19?

Namun sayangnya, pakar belum bisa menyimpulkannya.

Peringatan di Tinder (Tinder)
Peringatan di Tinder (Tinder)

"Apa yang kita ketahui sejauh ini adalah bahwa Covid-19 hadir dalam sekresi pernapasan," tutur Kristin Englund, MD, dari departemen penyakit menular di Cleveland Clinic, kepada Health.

Sekresi pernapasan termasuk tetesan yang keluar dari mulut berupa batuk atau bersin. Karena sekresi dari orang dapat membawa virus, beberapa negara melarang orang untuk saling menyapa dengan ciuman di pipi, seperti di Prancis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan jika seseorang dapat tertular ketika berada dalam kontak dekat (2 meter) dengan orang yang terinfeksi.

Jadi, ketika Anda berhubungan intim atau bahkan ketika hanya berciuman, tentu berisiko tertular.

Englund juga menambahkan, saat ini belum ada data pendukung mengenai apakah SARS-CoV-2 terkandung di cairan vagina atau air mani.

Sehingga ia hanya menyarankan untuk mencari amannya, yaitu dengan menghindari ciuman atau berada dalam kontak dekat dengan pasangan yang menunjukkan tanda infeksi Covid-19.

Ilustrasi pasangan harmonis sedang bercinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan harmonis sedang bercinta. (Shutterstock)

"Kami berpikir bahwa risiko penularan terbesar adalah ketika orang bergejala," imbuh Englund.

Jika Anda khawatir bahwa pasangan bisa menjadi pembawa virus tetapi mereka tidak menunjukkan gejala, Englund menyarankan untuk menunda berhubungan intim sampai pandemi ini selesai.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Terkait

Terkini