Selasa, 31 Maret 2020

Pakar: Mencuci Tangan Tidak Cukup Mencegah Covid-19, Begini Penjelasannya!

"Jadi, terus cuci tangan, tetapi jangan berpikir itu akan menghentikan (penyebaran) penyakit," kata pakar.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
mencuci tangan (Shutterstock)
mencuci tangan (Shutterstock)

Himedik.com - Sejak pemerintah mengumumkan adanya kasus virus corona baru atau SARS-CoV-2 di Indonesia pada awal Maret lalu, seketika masyarakat menjadi waspada terhadap penyebaran virus penyebab Covid-19 ini.

Untuk mencegah penularannya, pemerintah dan pakar kesehatan pun mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga diri sendiri, salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

"Cara terbaik sebenarnya adalah mencuci tangan dengan sabun dan air," jelas Dr Kalisvar Marimuthu, konsultan penyakit menular senior di National Center for Infectious Diseases (NCID), kepada Strait News.

Menurutnya, sabun dan air dapat mengurangi jumlah semua jenis kuman di tangan.

Namun, seorang direktur University of Minnesota Center for Infectious Diseases, Michael Osterholm, mengatakan bahwa mencuci tangan sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Joe dan Michael (YouTube/Joe Experience)
Joe Rogan dan Michael Osterholm (YouTube/Joe Experience)

"Saya pikir hal utama tentang mencuci tangan adalah sah. Orang-orang ingin merasa sedang melakukan sesuatu, jadi kami memberi tahu mereka 'cuci tangan sesering mungkin untuk mencegah penyakit ini', tapi saya merasa tidak terlalu jujur dengan masyarakat," tuturnya dalam podcast Joe Rogan Experience, Selasa (10/3/2020) lalu.

"Data ini sebenarnya tentang mengirup udara, yang kita tidak bisa hentikan. Jadi, terus cuci tangan, tetapi jangan berpikir itu akan menghentikan (penyebaran) penyakit," sambungnya.

Pernyataan ini pun dibahas oleh Deddy Corbuzier dalam podcastnya bersama Juru Bicara untuk Penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, Senin (16/3/2020).

"Saya kemarin sempet nonton wawancara salah satu profesor di Amerika yang ikut menangani Covid-19 dan berbagai macam virus. Beliau mengatakan, 'tetap cuci tangan, tetap pakai hand sanitizer, tapi sebenarnya itu tidak membantu banyak tentang penularan Covid-19'," tutur Deddy.

Menurut ayah satu anak ini, pernyataan Michael Osterholm cukup mengejutkan.

Achmad Yurianto dalam podcast Deddy Corbuzier (YouTube/Deddy Corbuzier)
Achmad Yurianto dalam podcast Deddy Corbuzier (YouTube/Deddy Corbuzier)

"Kita tahu bahwa ini infeksi saluran napas. berati virus itu harus masuk ke saluran napas. Saluran napas itu terintegrasi antara rongga mulut, hidung dan mata. Apapun caranya penting masuk ke situ. Bisa saja dengan droplet yang kita hirup, bisa saja dari tangan yang kita masukkan (ke mulut)," jelas Achmad Yurianto.

"Apakah betul di dalam mencuci tangan kita selalu benar? Contoh, tangan saya bersih, nih. Tapi apakah piring saya, makan saya (juga) bersih? Kalau piringnya bersih, makanannya bersih enggak? semua bersih, ada droplets ga di situ?," sambungnya.

Dari penjelasan Achmad Yurianto, ia pun menekankan bahwa tak hanya cuci tangan, namun kebersihan, pola hidup dan kesehatan tubuh sangat penting.

"Kita cuci tangan tetaplah lakukan, menjaga kebersihan tetaplah lakukan. Tapi yang sebenarnya yang benar-benar yang harus dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh kita. Karena apabila imunitas tubuh bagus, saat virus masuk belum tentu si virus berkembang biak," jelas Deddy Corbuzier, merangkum apa yang dijelaskan oleh Yuri dalam podcastnya.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Terkait

Terkini