Selasa, 07 April 2020

Kadar Zat Besi yang Tinggi dapat Memperburuk Penyakit Asma!

Penumpukan zat besi di paru-paru menyebabkan penyakit makin memburuk.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi sakit asma. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit asma. (Shutterstock)

Himedik.com - Ada studi baru yang mempelajari hubungan antara penumpukan zat besi dalam sel jaringan paru-paru dengan pasien asma serta pasien penyakit paru-paru lainnya.

Studi yang melakukan uji eksperimental terhadap model tikus ini menunjukkan, penumpukan zat besi di paru-paru memicu respons sistem kekebalan yang khas pada penderita asma dan menyebabkan penyakit makin memburuk.

Ini termasuk efek seperti peningkatan sekresi lendir dan jaringan parut pada paru-paru, yang menyebabkan penyempitan saluran udara dan membuat sulit bernapas.

“Organ dan jaringan kita membutuhkan zat besi untuk mendukung aliran oksigen dan aktivitas enzim normal, tetapi infeksi dalam tubuh juga membutuhkan zat besi untuk berkembang," kata peneliti Jay Horvat, Associate Professor Immunology and Microbiology di University of Newcastle dan Hunter Medical Research Institute, Australia, penulis utama penelitian ini.

Itulah sebabnya sistem kekebalan tubuh memiliki cara untuk menyembunyikan mineral besi di dalam sel di mana infeksi tidak dapat mengakses zat besi.

Penyakit Asma (Shutterstock)
Penyakit Asma (Shutterstock)

"Ini dapat menghasilkan penumpukan zat besi di dalam sel dan jaringan di dekatnya," sambung Horvat, dikutip dari The Health Site.

Ia menjelaskan, ada bukti bahwa penyerapan zat besi yang tidak teratur dan kadar zat besi yang tidak normal berkaitan dengan penyakit paru-paru.

"Kita tahu bahwa kadar zat besi tinggi dan rendah dilaporkan pada penyakit asma, tetapi tidak jelas apakah penumpukan zat besi di paru-paru berkontribusi terhadap perkembangan penyakit."

Setelah melalui berbagai proses dan menganalisisnya pada model tikus yang berbeda, peneliti menemukan bahwa peningkatan kadar besi sel paru-paru menyebabkan respons sel inflamasi seperti sekresi lendir dan jaringan parut di saluran napas, yang menurut peneliti menyebabkan asma semakin memburuk.

"Pada manusia, sekresi lendir dan jaringan parut paru-paru mempersempit saluran udara, menyebabkan sumbatan aliran udara dan kesulitan bernapas."

"Gejala-gejala ini umum pada asma dan penyakit paru-paru kronis lainnya, dan data kami menunjukkan bahwa peningkatan zat besi di sel-sel dan jaringan paru-paru menyebabkan peningkatan efek ini," tandas Horvat.

Namun, harus ada penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini yang kemungkinan dapat mengarah pada terapi baru.

Terkait

Terkini