Selasa, 31 Maret 2020

Deteksi Corona dengan Swab Hidung, Mengapa Harus Menggunakan Cara Ini?

Dokter akan memasukkan apa yang tampak seperti Q-tip panjang ke dalam hidung untuk mengambil sekresi.

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi mendeteksi virus (Shutterstock)
Ilustrasi mendeteksi virus (Shutterstock)

Himedik.com - Ada beberapa rangkaian pemeriksaan Covid-19, salah satunya adalah swab nasofaring. Ini adalah teknik usap hidung bagian dalam.

Alat yang digunakan ini memungkinkan dokter mengumpulkan sampel sekresi dari bagian paling atas tenggorokan, di belakang hidung.

Dokter akan memasukkan apa yang tampak seperti Q-tip panjang ke dalam hidung, mengambil sekresi, kemudian mengeluarkannya dan meletakkannya ke botol. Sampel sekresi ini nantinya akan dikirim ke laboratorium untuk diuji.

"Aku seperti ditusuk di otak," kata seorang warganet yang membagikan rekaman video ketika dirinya diperiksa swab nasofaring.

Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)
Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)

Mengapa harus menggunakan cara ini?

Dilansir Today, bagi sebagian besar virus pernapasan, tempat terbaik untuk mengambil sampel adalah bagian belakang hidung.

Influenza misalnya, pengambilan sampel nasofaring jauh lebih sensitif dan dapat diandalkan daripada pengambilan sampel oral.

"Tapi Anda benar-benar harus melakukan pemeriksaan swab ke bagian faring dari hidung, bukan bagian paling depan, untuk mendapatkan sampel yang baik dan membuatnya dapat diandalkan," tutur Dr. Daniel Kuritzkes, Kepala Divisi Penyakit Menular di Brigham and Women's Hospital di Boston.

Pada awal pengujian untuk mendiagnosis Covid-19 dokter melakukan swab hidung dan oral karena mereka tidak tahu mana yang paling bisa diandalkan.

Orang yang memiliki sedikit gejala dan pada tahap awal infeksi memiliki konsentrasi virus yang sangat tinggi dalam sekresi nasofaranga mereka. Jadi, ini adalah cara yang sangat baik.

"Air liur tidak dapat diandalkan," tandas Kuritzkes.

Terkait

Terkini