Selasa, 07 April 2020

Peneliti: Kehilangan Indera Penciuman Dicurigai sebagai Gejala Virus Corona

Para dokter THT di Inggris menyarankan untuk mengisolasi diri apabila mengalami kehilangan indera penciuman.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
ilustrasi hidung. (shutterstock)
ilustrasi hidung. (shutterstock)

Himedik.com - Para Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) di Inggris pada hari Jumat (20/03/2020) memperingatkan orang-orang dewasa yang kehilangan indera penciuman maupun perasa untuk mengasingkan diri selama tujuh hari.

Sebab, hilangnya kemampuan untuk mencium atau merasakan bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki virus corona baru atau Covid-19, menurut sebuah laporan baru-baru ini, dilansir dari New York Times.

Para dokter tersebut menggunakan bukti yang dikumpulkan dari para ahli medis lain di seluruh dunia. Mereka menyarankan untuk tetap terisolasi walaupun tidak ada gejala lain.

Virus corona dianggap zoonosis, yang berarti ditularkan antara hewan dan manusia, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus itu dapat memiliki gejala ringan tetapi juga dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan kematian.

Ilustrasi indera penciuman. (Pixabay)
Ilustrasi indera penciuman. (Pixabay)

Virus ini diketahui mempengaruhi inangnya dengan berbagai tingkat keparahan. Orang yang terinfeksi pun bisa jadi tidak tahu mereka memiliki virus dan terus menyebarkannya ke publik.

Jeffrey Shaman, seorang peneliti di Columbia University Mailman School yang ikut menulis penelitian yang muncul dalam jurnal Science , mengatakan transmisi "siluman" ini memainkan peran utama dalam penyebaran Covid-19.

The New York Times melaporkan bahwa data tentang rasa dan bau terbatas tetapi cukup meyakinkan bagi para dokter untuk meningkatkan alarm.

"Itu bisa berkontribusi untuk memperlambat penularan dan menyelamatkan nyawa," tulis Prof. Claire Hopkins, presiden British Rhinological Society, dalam emailnya yang diperoleh New York Times.

Terkait

Terkini