cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Kamis, 16 Juli 2020

Benarkah Virus Corona Covid-19 Bisa Menular Lewat Kemasan Makanan?

Banyak orang mungkin cemas dan khawatir bila kemasan makanan yang diambil dari supermarket bisa menularkan virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi belanja di supermarket (pixabay)
Ilustrasi belanja di supermarket (pixabay)

Himedik.com - Dalam rangka mencegah penularan virus corona Covid-19, sudah banyak restoran yang hanya melayani take away atau pemesanan online. Cara ini bertujuan mengurangi kerumunan dan menghindari kontak sosial yang berpotensi menyebarkan virus.

Tetapi, banyak orang butuh membeli bahan masakan atau makanan kemasan yang tersedia di supermarket. Sedangkan, konsumen pastinya tidak tahu makanan kemasan itu diolah dan dipegang oleh orang yang positif virus corona Covid-19 atau tidak.

Hal ini tentunya menimbulkan rasa penasaran publik. Apakah makanan kemasan yang ada di supermarket dan lainnya bisa menyebarkan virus?

Menurut Food and Drug Administration dilansir oleh Fox News, belum ada bukti yang menyatakan bahwa penularan virus corona Covid-19 bisa melalui kemasan makanan.

Sejauh ini, penularan virus corona Covid-19 antar manusia masih diyakini melalui tetesan cairan tubuh setelah seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Lalu, tetesan yang keluar mengontaminasi orang lain.

Ilustrasi konsumen di supermarket (Shutterstock)
Ilustrasi konsumen di supermarket (Shutterstock)

"Virus corona Covid-19 ini tidak seperti virus bawaan makanan gastrointestinal (GI) seperti norovirus dan hepatitis A yang bisa membuat orang sakit melalui makanan," kata FDA.

"Ia adalah virus yang menyebabkan penyakit pernapasan. Jadi, paparan virus melalui makanan belum diketahui rute penularannya," jelasnya.

Namun, virus corona Covid-19 ini masih bisa disebarkan oleh pekerja pengolah makanan kemasan yang terinfeksi maupun tidak cuci tangan setelah terkontaminasi. Menurut Coronavirus Resource Center dari Harvard Medical School, pekerja yang tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet juga bisa menyebarkan virusnya.

"Virus yang menyebabkan corona Covid-19 juga telah terdeteksi pada tinja orang-orang tertentu. Jadi, sekarang ini kami tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi menular melalui makanan. Karena, orang yang mengolahkan tidak menjaga kebersihan," jelas Harvard.

Coronavirus Resource Center dari Harvard Medical School juga menambahkan virus mungkin akan mati dengan cara memasak yang benar. Tetapi, makanan seperti salad atau sandwich berpotensi tetap menjadi tempat berkembangnya virus.

Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis keamanan pangan di North Carolina State University mengatakan bahwa virus corona Covid-19 tidak mungkin bertahan hidup karena pencernaan yang baik.

Ilustrasi Memilih Makanan Minuman Kemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi Memilih Makanan Minuman Kemasan. (Shutterstock)

CDC juga mengatakan makanan bukanlah sumber penularan utama virus corona Covid-19 selama orang tidak menyentuh mata, hidung atau mulutnya.

Meskipun penyebaran virus tidak mungkin melalui makanan, pekerja restoran dan toko kelontong telah mengantisipasi dengan langkah-langkah kebersihan yang tinggi. Mereka lebih sering mencuci tangan, membersihkan permukaan tempat masak, peralatan memasak dan memasak makanan pada suhu yang tepat.

"Bukannya tidak mungkin, tapi kemungkinan pasti ada. Jadi saya ingin membuat keputusan manajemen risiko terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukti terbaik agar tidak ada penularan virus melalui makanan," jelas Chapman.

Terkait

Terkini