Info

Jangan Pernah Campur Bahan Kimia Ini sebagai Disinfektan, Berikut Daftarnya

Bahan pembersih ini tidak boleh dicampurkan dengan yang lain.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah

Ilustrasi alat pembersih. (pixabay/pixaline)
Ilustrasi alat pembersih. (pixabay/pixaline)

Himedik.com - Membersihkan rumah bisa menjadi opsi kegiatan selama masa karantina. Selain agar tidak bosan, membersihkan dibarengi dengan mendisinfektan perabotan rumah, juga dapat melindungi diri sendiri serta keluarga dari virus corona baru.

Ada banyak pembersih rumah tangga yang dapat Anda gunakan sebagai disinfektan di rumah. Mulai dari pemutih hingga etanol atau alkohol.

Pakar menyarankan untuk selalu menggunakan satu pembersih saja saat membersihkan rumah. Sebab, mencampurkan bahan-bahan kimia ini justru dapat berdampak negatif.

"Pada dasarnya semua terbuat dari bahan kimia, jadi keucali Anda tahu molekul di dalam botol dan bagaimana sifat mereka, dan bagaimana mereka bekerja, jangan coba ini di rumah," tutur Profesor di University of California, Vy Dong, Ph.D.

Terlebih jika Anda berencana menggunakan pemutih. Menurut ahli kimia Alexander Lu dari Dong Research Group mengatakan reaktivitas pemutih sangat tinggi sehingga respon bahan kimia ini dengan bahan kimia lain dapat menghasilkan bahan kimia beracun.

Ilustrasi pemutih pakaian, cairan pembersih, cairan pencuci baju [shutterstock]
Ilustrasi pemutih  [shutterstock]

Dilansir Insider, berikut bahan pembersih rumahan yang tidak boleh digabungkan:

1. Amonia dan pemutih

Menurut Dong dan Lu, ini adalah kombinasi yang umumnya terjadi secara tidak sengaja karena banyak produk pembersih mengandung amonia.

Pencampuran amonia dan pemutih menghasilkan gas klor. Amonia akan bereaksi dengan klorin, menghasilkan kloramin yang bisa beracun dan berbahaya hingga menyebabkan gejala seperti nyeri dada dan batuk.

2. Pemutih dan cuka

Cuka adalah asam dan potensinya untuk toksisitas tidak boleh diremehkan. Ini memiliki pH rendah, biasanya di bawah tiga.

Ketika cuka dicampur dengan pemutih, dihasilkan gas klorin beracun.

"Gas ini digunakan sebagai senjata kimia dalam Perang Dunia I, menyebabkan kerusakan pada mata, hidung, dan paru-paru prajurit dengan pemaparan yang berkepanjangan," kata Lu.

3. Hidrogen peroksida dan cuka

Komponen cuka adalah asam asetat, dan menurut Lu, asam asetat ini akan membentuk zat kimia yang disebut asam perasetat bila dicampur dengan hidrogen peroksida.

Asam perasetat bersifat toksik dan korosif, artinya dapat merusak atau memecah permukaan yang digunakan.

4. Pemutih dan rubbing alcohol

Rubbing alcohol saja sudah cukup sebagai disinfektan. Tetapi akan menjadi berbahaya ketika dicampur dengan pemutih.

Umumnya, rubbing alcohol yang dijual di apotek atau toko berkadar 70% hingga 90%, yang artinya memiliki tingkat konsentrasi tinggi.

Lu mengatakan pemutih bereaksi dengan alkohol untuk membentuk kloroform dan kloroaseton, yang keduanya beracun dan berbahaya.

Berita Terkait

Berita Terkini