Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 13 Juli 2020

Sentuhan Fisik Bermanfaat bagi Kesehatan, Bagaimana saat Isolasi?

Saat pandemi corona berlangsung, Anda harus melakukan isolasi diri dan sentuhan langsung mungkin akan berkurang banyak. Bagaimana efeknya?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
ilustrasi sentuhan - (Pixabay/Free-Photos)
ilustrasi sentuhan - (Pixabay/Free-Photos)

Himedik.com - Selama pandemi, kontak manusia secara harfiah adalah ancaman terbesar, padahal manfaatnya untuk kesehatan juga sama besarnya. Pada dasarnya, manusia menyukai kontak fisik yang konsensual dengan orang lain pun soal kebersaaman secara langsung. Hal itu yang disebut para peneliti membuat karantina akibat Covid-19 menjadi begitu sulit bagi banyak orang.

"Tak semua orang menyukai situasi ini, beberapa orang memang membenci berada di sekitar orang banyak. Tetapi kebanyakan orang, bersama dengan banyak orang lain menciptakan kesenangan fisiologis, endorfin, dan lain-lain," kata Michael Muthukrishna, asisten profesor Psikologi Ekonomi di London School of Economics and Political Sciece pada CNN.

Menurut Muthukrishna, kebersamaan secara langsung dapat meningkatkan hormon di otak dan tubuh, seperti endorfin, serotonin, dan oksitosin. Beberapa hormon tersebut pada dasarnya bakal memberi perasaan bahagia dan cinta.

Sayangnya wabah virus corona malah membuat saling menjauh secara fisik sebagai bentuk kasih sayang. Memang konektivitas dengan orang lain masih dapat dilakukan via online. Namun, kualitasnya tetap tidak sama saat bertemu secara langsung.

Mengalihbahasakan dari CNN, Tiffany Field, pendiri dan direktur Touch Research Institute, Universitas Miami menyatakan bahwa sentuhan langsung bermanfaat bagi kesehatan.

"Kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi dapat mengontrol detak jantung dan pernapasan bayi, merangsang pencernaan, membantu menangkis infeksi, dan baik untuk kekebalan tubuh," kata Field.

"Manfaat kesehatan dari sentuhan manusia terus berlanjut hingga masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa," imbuh dia.

Field mengkhawatirkan kesehatan manusia karena semakin mengisolasi diri secara fisik dan menjadi asyik berkomunikasi melalui teknologi.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

Walaupun bermanfaat, selama pandemi ini kontak manusia secara langsung adalah ancaman terbesar. Tetapi para ahli sepakat bahwa manfaat jarak sosial jauh lebih besar daripada risiko bersosialisasi.

Field berharap bahwa meski tinggal di rumah orang-orang sebaiknya perbanyak saling menyentuh. "Gosok punggung orang yang Anda cintai dan kalau Anda hidup sendiri selama periode ini, maka sentuhlah diri Anda sendiri," saran Field.

"Kita tahu bahwa saling menyentuh sangat penting untuk alasan kesehatan. Menggerakkan kulit membuat tubuh menjadi lebih santai. Aktivitas vagal di otak meningkat, memperlambat detak jantung dan menurunkan hormon stres," katanya menambahkan.

"Jika Anda hidup sendirian, lakukan pijatan untuk diri sendiri," kata Field pada CNN lagi.

Sementara di sisi sosial, orang-orang dalam karantina penting untuk tetap terhubung dengan cara non-fisik.

"Periode jarak sosial ini kemungkinan paling sulit bagi orang dewasa yang lebih tua yang tidak mempunyai pasangan dan dukungan sosial yang merawat mereka," kata Bianca Suanet, seorang sosiolog dari Vrije Universiteit Amsterdam.

Oleh karenanya, Bianca Suanet merekomendasikan agar tetap terhubung secara online dan sesering mungkin berkomunikasi dengan orangtua.

Terkait

Terkini