Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

Perlukah Memisahkan Bayi dari Ibu yang Positif Corona? Ahli Beberkan Risiko

Memisahkan bayi dan ibu yang positif corona Covid-19 ini menimbulkan dilema tersendiri.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)
Ibu menyusui (busui). (Shutterstock)

Himedik.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyarankan fasilitas untuk mempertimbangkan pemisahan bayi dan ibu yang positif corona Covid-19.

Namun sebenarnya, haruskah bayi dipisahkan dari Ibu yang positif Corona Covid-19? Sebab ada dilema tersendiri dari keputusan ini.

Dilansir dari Medical Express, Alison Stuebe, MD, Presiden dari Academy of Breastfeeding Medicine, membahas risiko dan manfaat memisahkan bayi dari ibu yang positif Covid-19 setelah lahir.

Dalam komentarnya, Dr. Stuebe, mencatat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemisahan dini antara bayi dan ibu dengan dugaan atau konfirmasi Covid-19 meningkatkan hasil.

Memang pemisahan dapat meminimalkan risiko penularan virus dari ibu ke bayi selama tinggal di rumah sakit. Namun itu memiliki potensi konsekuensi negatif bagi ibu dan bayi, demikian menurut komentar yang diterbitkan dalam Breastfeeding Medicine, jurnal resmi dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Seorang ibu sedang memegang kaki bayinya. [shutterstock]
Seorang ibu sedang memegang kaki bayinya. [shutterstock]

Dr. Stuebe menguraikan beberapa risiko memisahkan ibu dan bayi di rumah sakit, yang mengganggu pemberian ASI dan kontak kulit ke kulit selama jam dan hari-hari kritis setelah kelahiran.

Sebagai contoh, bayi yang kekurangan kontak kulit dengan ibu mereka cenderung memiliki detak jantung dan pernapasan yang lebih tinggi dan kadar glukosa yang lebih rendah.

Infografis ibu menyusui virus Corona. (Dok. Infografis Suara.com)
Infografis ibu menyusui virus Corona. (Dok. Infografis Suara.com)

Perpisahan itu juga menekan ibu, yang bisa membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi virus. Selain itu, pemisahan mengganggu pemberian ASI kepada bayi, yang penting untuk perkembangan sistem kekebalan bayi.

Pemisahan juga mengganggu pemberian ASI, yang menempatkan bayi pada peningkatan risiko infeksi pernapasan berat, termasuk pneumonia dan Covid-19.

"Ketika kita menavigasi pandemi Covid-19, saya berharap bahwa kita bisa mengutamakan ibu dan bayi serta ingat kesehatan mereka nomer satu," ujar Dr. Stuebe. Dengan demikian, bisa disimpulkan jika memisahkan bayi dan ibu yang positif corona Covid-19 lebih membawa banyak risiko. Sebab kontak langsung dengan ibu diperlukan untuk bayi tumbuh sehat.

Terkait

Terkini