Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 25 Mei 2020

Peneliti: Pasien Covid-19 Bisa Alami Komplikasi Gagal Ginjal Akut

Sebuah studi baru menunjukkan, bahwa pasien Covid-19 berisiko mangalami gagal ginjal akut.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ginjal. (pixabay/OpenClipart-Vectors)
Ilustrasi ginjal. (pixabay/OpenClipart-Vectors)

Himedik.com - Gagal ginjal akut yang juga disebut cedera ginjal akut (AKI) disebut bisa menjadi komplikasi serius Covid-19 yang tidak dilaporkan dan tidak dipahami dengan baik. Hal tersebut dilaporkan oleh para peneliti Universitas Northwestern.

Dilansir dari WebMD, tingkat kematian untuk pasien dengan gagal ginjal akut yang parah adalah sekitar 50 persen.

"Pasien di rumah sakit dengan Covid-19 dan terutama mereka yang dirawat ICU, beresiko mengalami AKI, mungkin sebanyak 25 persen hingga 30 persen," kata penulis utama Dr. Daniel Batlle, seorang profesor kedokteran dan spesialis ginjal di Northwestern, di Chicago.

Untuk studi baru, Batlle dan rekannya meninjau dua studi terbaru dari Tiongkok dengan rincian tentang jaringan ginjal dari pasien yang meninggal karena Covid-19.

Jenis gagal ginjal akut pada pasien Covid-19 adalah kompleks dan melibatkan beberapa faktor yang biasanya tidak terlihat pada pasien AKI di unit perawatan intensif (ICU).

ilustrasi sakit ginjal - (Shutterstock)
ilustrasi sakit ginjal - (Shutterstock)

Orang dengan keadaan ini biasa terjadi dengan kemungkinan virus yang menginvasi ginjal, kecenderungan pembentukan gumpalan darah, dan pembentukan mediator aktif peradangan.

Penelitian yang diterbitkan pada 4 Mei di Journal of American Society of Nephrology itu adalah studi pertama yang memeriksa mekanisme Covid-19 dalam memicu gagal ginjal akut pada pasien.

"Temuan baru ini harus mendorong penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan fokus pada ginjal dan mendapatkan informasi yang tepat tentang fungsi dan struktur ginjal pada pasien Covid-19 yang mengembangkan AKI," kata Batlle dalam rilis.

"Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme akan mendorong pengembangan terapi yang efektif di luar perawatan suportif di ICU, ini sangat penting karena banyak dari pasien memerlukan terapi terkait dialisis," tambah Batlle.

Terkait

Terkini