Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 25 Mei 2020

Enzim ACE2 Disebut Penyebab Pria Lebih Banyak Meninggal akibat Covid-19

Enzim ACE2 menjadi jalan masuknya virus corona ke sel tubuh.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasien Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Enzim Angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang berperan menyebarkan virus corona ke sel lebih banyak terdapat pada darah pria daripada wanita. Hal itu yang disebut dapat memengaruhi tingkat mortalitas akibat Covid-19 yang lebih tinggi pada pria.

Melansir dari Aljazeera, penelitian yang diterbitkan pada hari Senin (11/5/2020) oleh European Heart Journal, menunjukkan bahwa enzim ACE2 menjadi salah satu penyebab kematian pada laki-laki.

Enzim ACE2 adalah sebuah reseptor utama pada permukaan sel yang berikatan dengan virus corona dan memungkinkannya untuk masuk dan menginfeksi sel.

Para ilmuwan mengukur konsentrasi ACE2 dalam sampel darah yang diambil dari lebih dari 3.500 pasien gagal jantung, baik pria maupun wanita, dari 11 negara Eropa.

"Penelitian dimulai sebelum wabah virus corona dan tidak termasuk pasien dengan Covid-19", jelas Adriaan Voors, seorang profesor kardiologi di University Medical Center (UMC) Groningen di Belanda, yang memimpin penelitian iti

Tetapi ketika banyak penelitian lain mulai menunjuk enzim ACE2 sebagai jalan virus corona baru masuk ke dalam sel, Voors dan timnya melihat ketimpangan dalam darah pria dan wanita.

Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

"Ketika kami menemukan bahwa salah satu biomarker terkuat ACE2, jauh lebih tinggi pada pria daripada wanita, saya menyadari bahwa ini memiliki potensi untuk menjelaskan mengapa pria lebih mungkin meninggal karena Covid-19 daripada wanita," kata Iziah Sama, dokter di UMC Groningen pada South China Morning Post (SCMP).

Sama dan Voors mencatat bahwa enzim ACE2 pada pria ditemukan di paru-paru, jantung, ginjal, di jaringan yang melapisi pembuluh darah, dan di tingkat testis yang sangat tinggi.

Mereka mengatakan kehadiran ACE2 di testis mungkin sebagian menjelaskan konsentrasi ACE2 yang lebih tinggi pada pria dan mengapa pria lebih rentan terhadap Covid-19.

Di sebagian besar negara, jumlah kematian akibat virus corona baru di antara pria lebih tinggi daripada wanita.

Perbedaan ini pertama kali dicatat di China di mana angka kematian menunjukkan bahwa 2,8 persen pria yang tertular virus telah meninggal, dibandingkan dengan 1,7 persen pada wanita.

Wanita dengan Covid-19 di Italia yang meninggal mencapai 4,1 persen dibandingkan dengan pria yang mencapai 7,2. Sementara di Korea Selatan, sekitar 54 persen kematian yang dilaporkan adalah laki-laki.

Terkait

Terkini