Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Rabu, 27 Mei 2020

WHO Sebut Butuh 5 Tahun untuk Mengendalikan Virus Corona Covid-19!

Pengembangan vaksin dan langkah karantina adalah faktor yang menentukan durasi pandemi corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

Himedik.com - Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus corona tak bisa hilang, dan kini, mereka menyebut butuh 5 tahun untuk mengendalikan virus corona Covid-19.

Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan memperingatkan bahwa pandemi virus corona dapat berlanjut hingga paruh kedua dekade ini atau lima tahun ke depan.

"Saya akan mengatakan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun, kita bisa melihat cara mengendalikan ini," kata Swaminathan dalam webinar Global Boardroom Financial Times , Rabu (13/5/2020).

Swaminathan mengatakan vaksin tampaknya menjadi jalan keluar terbaik saat ini, tetapi ia tetap memperingatkan masih ada banyak “jika dan tetapi” tentang keamanan, produksi dan distribusi yang adil.

Pengembangan vaksin yang efektif dan langkah-langkah karantina yang berhasil adalah salah satu faktor yang pada akhirnya akan menentukan durasi pandemi.

Dilansir CNBC, hingga saat ini, lebih dari 4,4 juta orang telah tertular Covid-19, dengan lebih dari 300 ribu kematian di seluruh dunia.

Soumya Swaminathan (Twitter/WHO)
Soumya Swaminathan (Twitter/WHO)

Kemungkinan virus tidak akan pernah hilang

Krisis kesehatan global memiliki arti bahwa negara-negara seharusnya ditutup atau lockdown, dengan pemberlakuan pembatasan ketat dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-langkah penguncian, yang bervariasi dalam aplikasi mereka tetapi secara luas mencakup penutupan sekolah, larangan mengadakan pertemuan publik, dan jarak sosial, diperkirakan akan menghasilkan penurunan ekonomi terburuk sejak Depresi Besar pada 1930.

Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa negara telah berupaya, secara bertahap, melonggarkan pembatasan, memungkinkan beberapa toko dan pabrik untuk buka kembali.

Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

 

Namun, munculnya kasus Covid-19 baru di Korea Selatan dan Cina telah memperburuk kekhawatiran tentang potensi infeksi gelombang kedua.

Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis (14/5/2020) memperkirakan jumlah orang yang masih menjalani karantina pada akhir Mei akan turun menjadi 2,8 miliar di seluruh dunia, turun dari puncak baru-baru ini sebanyak 4 miliar.

Pada briefing media terpisah, Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, mengatakan di markas besar organisasi itu pada Rabu bahwa virus corona mungkin tidak akan pernah hilang.

Ketika diminta untuk menanggapi komentar Swaminathan, Ryan mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi secara akurat kapan penyakit itu mungkin hilang.

Dia menambahkan bahwa mencoba mengendalikan virus akan membutuhkan upaya besar-besaran, bahkan jika vaksin ditemukan.

Terkait

Terkini